BNPB Kerahkan Empat Heli Tangani Karhutla di Kalbar

Regional

Editor sutan Dibaca : 892

BNPB Kerahkan Empat Heli Tangani Karhutla di Kalbar
Satu diantara empat unit Helikopter BNPB, ketika berada di Bandara Supadio, Pontianak, Kalimantan Barat, Sabtu, (27/8) (SUARA PEMRED/ AJU)
PONTIANAK, SP- Badan Nasional Penanggulangan Bencana  (BNPB) mengerahkan empat unit helikopter dalam menangani Karhutla di Kalbar selama musim kemarau 2016. “Helikopter-helikopter ini diperbantukan di Kalimantan Barat, di bawah kendali TNI AU,” kata Tri Budiarto, Deputi Penanggulangan Darurat Bencana BNPB kepada Suara Pemred di Pontianak, Minggu (28/8).

Tri menyebutkan , keempat helikopter itu, dua unit Bolco, satu unit Bell 214 dan satu unit Sikorsky. Khusus Bell 214, sudah mendarat di Bandara Internasional Supadio, Kabupaten Kubu Raya, Sabtu (27/8).

Helikopter jenis Bell khusus memadamkan api di wilayah pemukiman padat, agar tidak menimbulkan kerusakan atap rumah, saat dilakukan pengeboman air lewat udara. Pemerintah pusat sudah melakukan berbagai cara dalam menangani Karhutla.

“Makanya, kami berharap dukungan penuh dari pemerintah provinsi Kalbar, serta kabupaten dan kota terus dimaksimalkan,” pintanya.

Sementara, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya menyatakan,  Indonesia sedang memasuki musim krusial Karhutla. Meski jumlah titik panas secara nasional berkurang hingga 70-90 persen, namun kewaspadaan terus ditingkatkan seiring mulai masuk musim kering.

Jumlah titik panas  tahun ini dibanding tahun lalu, periode 1 Januari - 28 Agustus 2016, dari pantauan satelit NOAA18/19 mengalami penurunan. Bila pada 2015 sebanyak 8.247 titik, menjadi 2.356 titik pada 2016, atau lebih 74,64 persen.
Penurunan terbesar terjadi di Provinsi Riau dan Provinsi Kalteng.

Di Riau, tahun 2015, terdapat 1.292 titik api, sementara tahun ini turun menjadi 317 titik. Sedangkan di Kalteng, dari 1.137 titik api tahun 2015, turun menjadi 56 titik api pada 2016.

Berdasarkan satelit Terra/Aqua milik Badan Antariksa Amerika Serikat NASA, pada periode yang sama, terlihat jumlah titi panas tahun 2016, berkurang 74,70 persen dibanding 2015. Bila 2015 tercatat 11.690 titik api, tahun 2016 menjadi 2.937 titik.

Menurutnya, penurunan cukup signifikan itu tidak lepas dari upaya tiada henti tim terpadu di lapangan. “Mereka bekerja tanpa mengenal hari libur. Bahkan sampai bermalam di lokasi untuk menjaga titik api tidak meluas. Lokasi yang sulit dijangkau melalui jalur darat, dilakukan pemadaman melalui jalur udara,” katanya.

Selain itu, dilakukan patroli terpadu sebagai upaya mensinergikan para pihak dalam pencegahan Karhutla, sampai pada tahap tapak (masyarakat). Patroli terpadu melibatkan unsur Manggala Agni, Polhut, TNI, Polri, pers, LSM, dan aparat desa/tokoh masyarakat.

Pelaksanaan patroli berbasis komando bertingkat dengan operasional Posko Desa, Posko Daops, posko tingkat provinsi (Balai Besar/Balai KSDA/TN) dan Posko Nasional Kemen-LHK. “Target kerja kita jelas, jangan sampai rakyat kembali merasakan derita asap, seperti tahun-tahun sebelumnya. Kita ingin menekan semaksimal mungkin jumlah titik api penyebab meluasnya dampak asap,” katanya.

Siti Nurbaya mengatakan, semua pintu komunikasi telah dibuka selebar-lebarnya. Ponsel pribadinya selalu hidup selama 24 jam, tujuh hari dalam seminggu. “Saya menerima banyak sekali laporan, dari pagi hingga dini hari, baik melalui SMS, BBM, email maupun WhatsApp, serta melalui media sosial Facebook, FansPage dan Twitter,” ujarnya.

Laporan datang dari berbagai elemen masyarakat dan tim terpadu di lapangan. Semuanya dibaca dan menjadi referensi obyektif, untuk mengambil langkah-langkah penanganan lanjutan. Siti juga berkoordinasi ke lintas sektoral, lintas kementerian terkait, dan pihak-pihak terkait lainnya. “Tujuan utamanya untuk rakyat,” ujarnya. (aju/pas/rep/pat/lis/sut)