Pembunuh Dharma 'Farah' Putra Nurdin Diancam Hukuman Mati

Regional

Editor sutan Dibaca : 2930

Pembunuh  Dharma  'Farah' Putra Nurdin Diancam Hukuman Mati
Dharmawansyah Putra digelandang ketika tiba di Kota Pontianak Sabtu (26/8). (SUARA PEMRED/HENDRA CIPTA)
PONTIANAK, SP-   Dharmawansyah Putra (30), terancam hukuman mati atau seumur hidup. Lelaki ini  menjadi tersangka utama pembunuh Dharma Putra Nurdin alias Farah, seorang waria di salah satu salon kecantikan di Jalan Komyos Soedarso, Pontianak Barat, Kota Pontianak  pekan lalu,  

Ancaman hukuman tembak mati terhadap pembunuh yang namanya mirip dengan korban ini, langsung dari Kapolda Kalimantan Barat,  Irjen Musyafak di Pontianak, Senin (29/8). Musyafak sudah memberi instruksi memberlakukan pasal 340 subsider 339, subsider 338 KUHP, dan akan ditambah dengan pasal 365 KUHP terhadap tersangka.  

Menurut Musyafak, pasal berlapis ini diberlakukan karena pelaku yang sehari-hari bekerja sebagai pengantar air galon ini juga sengaja merampas barang-barang pribadi milik korban. "Karena ada barang lain yang diambil,  berarti ada unsur kekerasan dengan melakukan pembunuhan. Dan ancaman maksimalnya,  pidana mati atau penjara seumur hidup atau paling lama 20 tahun," kata Musyafak.  

Sebagaimana diketahui, Dharma yang tak lain adalah kekasih sesama jenis korban ini ditangkap unit Kejahatan dan Kekerasan (Jatanras) Polresta Kota Pontianak di Perumahan Sakinah KM 16.5,  Dusun Sei Semayang,  Kecamatan Sungai,  Kabupaten Deli Serdang, Provinsi  Sumatera Utara.

Penangkapan itu disertai penyitaan barang bukti dua unit ponsel serta seuntai kalung milik korban.
Kepolisian juga telah memastikan bahwa aksi kejahatan ini dilakukan secara tunggal. "Diperkirakan, korban meninggal sudah dua hari. Barang-barang? milik korban juga turut hilang di TKP, dan diduga dibawa oleh pelaku," ujarnya.

?Dijelaskannya, selain barang bukti milik korban yang diambil pelaku, juga turut diamankan dua penadah barang hasil curian. Keduanya, Abdul Hadi (46) dan Kamaruddin (37) dengan barang bukti berupa satu unit sepeda motor Satria F, satu pasang speaker aktif, serta satu unit TV LCD LG milik korban. ?

Dari hasil interogasi, pelaku mengaku telah melakukan pembunuhan dan mengambil barang-barang berharga lainnya. ?"Pelaku adalah teman kencan korban. Motif pelaku, ingin memiliki barang-barang berharga milik korban," paparnya. ?

Musyafak juga menambahkan, pelaku merasa sakit hati pada korban lantaran korban sudah memiliki kekasih baru.?

Sementara itu,  Kasat Reskrim Polresta Pontianak, Kompol Andi Yul menyatakan, masih ada satu barang yang masih menjadi misteri, yakni sebuah televisi yang juga hilang.  
 

Berdasarkan penelusuran , kasus ini bisa jadi melibatkan pihak lain. Ini mengingat banyaknya barang pribadi korban yang hilang  yang tidak bisa langsung dibawa dalam satu kali, apalagi oleh seorang diri.
Hanya saja Andi mengelak untuk memastikan adanya pihak lain. "Besok aja sekalian jam 8 pagi," tukasnya.(ang/bob/pat/sut)