Kapolda Berharap Kalbar Tetap Aman dan Kondusif

Regional

Editor sutan Dibaca : 1038

Kapolda Berharap Kalbar Tetap Aman dan Kondusif
Suasana pemakaman Dayat (32), di komplek pemakaman Gang Taslim, Jalan Tanjung Raya I, Kecamatan Pontianak Timur, Kota Pontianak, Rabu (31/8) pagi. (SUARA PEMRED)
PONTIANAK, SP- Teriakan warga langsung tumpah seiring kedatangan Kapolda Kalbar Irjen Musyafak dan Pangdam XII/Tanjungpura, Mayjen TNI Andika Perkasa bersama rombongan pada acara pemakaman Supriady bin Sabirin alias Dayat (32), di komplek pemakaman Gang Taslim, Jalan Tanjung Raya I, Kecamatan Pontianak Timur, Kota Pontianak, Rabu (31/8) pagi.  

Warga mengaku geram dengan tindakan polisi sehingga Dayat meregang nyawa, pasca penangkapan di kediamannya, Tanjung Pulau, Jalan Tritura, Gang Stabil, Kampung Beting, Kecamatan Pontianak Timur, Kota Pontianak, Selasa (30/8).  

Meski almarhum dianggap sebagai residivis dalam sejumlah kasus pencurian motor (curanmor) oleh pihak kepolisian, warga berpandangan penindakan harusnya sesuai dengan hukum yang berlaku.  

“Harusnya kan sesuai dengan hukum. Ini malah main tembak, dan ironisnya tidak lama Dayat sudah menjadi mayat,” ujar Iwan, warga Tanjung Pulau, kepada Suara Pemred.
 

Tidak cuma Iwan yang geram, Rahma, mertua almarhum juga merasa kesal. Kabar yang menyebutkan menantunya itu berusaha melarikan diri, dibantahnya lantaran ia melihat langsung kejadian.  

“Bagaimana mau melarikan diri, saat itu dia diapit anggota kepolisian dan menantu saya kondisinya diborgol. Memang Dayat sempat melompat, tapi itu karena dia merasa sakit saat diborgol,” terangnya di kediaman almarhum.  

“Saya tidak lari pak,” lanjut Rahma menirukan perkataan almarhum.  

Warga setempat yang mengetahui kejadian tersebut, menjelaskan salah satu oknum anggota polisi yang melihat Dayat melompat, sempat mengatakan agar Dayat ditembak.   “Papi Kanit Pontianak Timur itu bilang tembak saja. Pertama kali yang menembak itu Tere, selanjutnya Heri. Kita minta Tere, Heri, dan Fajar dipecat,” kata warga yang tidak ingin disebutkan namanya.  

Diawali dari ditangkapnya Dede Syailendra, atas dasar laporan nomor LP 1144/IV/2016 atas laporan korbannya, Andi Husin, purnawirawan Polri, kepolisian melakukan pengembangan dan berhasil menangkap Dayat di kediamannya, Selasa (30/8).  

Saat penggeledahan, sejumlah barang bukti ditemukan, yakni kerangka sepeda motor berikut dengan onderdil dengan jumlah yang banyak.

Selain itu, ditemukan juga senjata api  rakitan dan sembilan amunisi. Dayat kemudian dibawa ke Mapolsek Pontianak Timur untuk diamankan.  

Usai pemakaman Dayat, Kapolda Kalbar menyampaikan rasa belasungkawanya yang mendalam. “Semoga amal ibadah almarhum, Allah catat semuanya,” ujar Irjen Musyafak di depan keluarga almarhum dan warga.  

Kapolda berharap, baik pihak keluarga dan masyarakat untuk tidak memperpanjang masalah ini. “Ini takdirnya almarhum, ndak usah diperpanjang. Saya berharap, Kalbar tetap aman dan kondusif,” ucapnya.  

“Masalah ini sudah menjadi masalah kepolisian. Jadi, masyarakat untuk menyerahkan sepenuhnya ke Polri. Kalau ada yang ingin disampaikan, bisa disampaikan ke polsek atau polres,” imbuhnya.  

Terkait pemberitaan di media sosial yang begitu cepat dan belum tentu kebenarannya, Kapolda Kalbar menjelaskan tentang dampaknya yang sudah sampai ke tingkat nasional.  

“Berita Pontianak Timur ini sudah menasional. Kita malu. Padahal kejadiannya tidak sesuai dengan medsos. Di medos pemberitaannya yang jelek-jelek,” tuturnya. (umr/pat/sut)