Stok Sapi Jelang Idul Adha 1437 H di Kalbar Aman

Regional

Editor sutan Dibaca : 1165

Stok Sapi Jelang Idul Adha 1437 H di Kalbar Aman
HEWAN SAPI (bisnis.news.viva.co.id)
PONTIANAK, SP - Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Kalimantan Barat, Abdul Manaf Mustafa, memastikan ketersediaan hewan kurban menghadapi Idul Adha 1437 Hijriah, Senin, (129) mendatang mencukupi.  

"Stok sapi Idul Adha sekitar 23.565 ekor. Untuk keperluan sapi di Kalbar, sesuai data di kabupaten dan kota sebanyak 9.742 ekor. Dari jumlah itu, kita masih punya stok 13.823 ekor," ujar Manaf, Rabu (7/9).  

Stok 23.565 ekor sapi, tidak hanya cukup tapi melebihi dari jumlah yang dibutuhkan. Artinya, keperluan hewan kurban jenis sapi di Kalbar untuk Idul Adha tahun 2016 tidak mengalami kendala.  

Manaf mengatakan, sebelumnya pihaknya telah mengumpulkan sejumlah pengusaha dan mengundang dinas terkait kabupaten dan kota di Pontianak, guna menyampaikan stok sapi dan kambing serta keperluan konsumsi ayam dan telur yang mencukupi untuk wilayah Kalbar.  

Manaf menyebutkan, kebutuhan kambing di Kalbar mencapai 5.952. Sementara, stok yang tersedia sebanyak 24.496 ekor. Ini berarti, stok kambing masih tersedia 18.544 ekor.   Sedangkan untuk konsumsi daging ayam, lanjutnya, yang diperlukan sebanyak 8.753.671 ekor.

Ketersediaan stok sebanyak 14.946.746 ekor.   "Keperluan telur ayam 4.500 ton, stok yang ada sebanyak 6.000 ton sehingga mencukupi," terang Manaf.  

Sementara itu, mengenai kesehatan hewan kurban, Manaf mengatakan telah membentuk tim pemeriksaan. Mereka nantinya akan mengumpulkan petugas dan pengurus masjid untuk diberikan pelatihan memotong hewan kurban sesuai syariat dan standar kesehatan hewan.  

Wakil Ketua DPRD Provinsi Kalimantan Barat, Suriansyah mengatakan, dalam pantauannya stok hewan kurban di Kalbar masih mencukupi. "Dan tidak ada kenaikan harga yang cukup tinggi," ucap Suriansyah.  

Suriansyah menyampaikan, dinas terkait di provinsi dan kabupaten/kota mesti gencar melakukan pemeriksaan hewan kurban. Hal ini dimaksudkan agar saat penyembelihan, hewan dipastikan terbebas dari penyakit.  

"Dilakukan secara seksama dan menyeluruh untuk mencegah penyakit berbahaya seperti penyakit mulut, kuku, cacingan dan lain-lain. Sebelumnya perlu diberikan pemyuluhan dan pendaftaran, sehingga penerima daging kurban terlindungi," imbau Suriansyah. (umr/aju/sut)