BP3AKB Kalbar: Kasus Kekerasan terhadap Anak Naik 30 Persen

Regional

Editor sutan Dibaca : 1143

BP3AKB Kalbar: Kasus Kekerasan terhadap Anak Naik 30 Persen
ILUSTRASI- Seorang anak mengikuti aksi menentang kekerasan seksual terhadap anak dan perempuan.(republika.co.id)
PONTIANAK, SP – Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (BP3AKB) Provinsi Kalimantan Barat, Ferdiana Ana Kalis, mengakui, sepanjang tahun 2016, kasus kekerasan pada anak meningkat hingga 30 persen dari tahun sebelumnya.  

“Sekitar 70 hingga 80 kasus yang ditemukan dan rata-rata terjadi pada siswa/i Sekolah Menengah Pertama (SMP),” kata Ferdiana di Pontianak, Selasa (13/9).  

Tingkat perlindungan anak di Kalimantan Barat semakin ditingkatkan oleh pemerintah. Melalui kerjasama dan dilakukan secara berjaringan untuk melakukan peningkatan perlindungan anak.  

“Kerjanya secara jejaring, ada dari dinas sosial, kepolisian dan melakukan sesuai dari SOP yang ada,” kata Ferdiana.  

Ferriana Anna mengatakan, kasus kejahatan seksual ini kebanyakan dilakukan oleh pendidik terhadap anak didiknya. “Terjadi pada dunia pendidikan,” ungkap Ferdiana.  

Ferdiana mengatakan, kejahatan seksual tidak lagi secara sodomi, tetapi dilakukan secara oral. Sekitar 20 korban jika dikumulatifkan dan rata-rata terjadi pada anak SMP.  

Ferdiana Anna mengkhawatirkan, anak-anak ini akan melakukan lagi dikarenakan mereka tidak ada lagi timbul penyesalan. (nit/aju/sut)