Lantamal XII Amankan Kapal Pencuri Ikan Milik Malaysia

Regional

Editor sutan Dibaca : 1074

Lantamal XII Amankan Kapal Pencuri  Ikan Milik Malaysia
Kapal nelayan asal Malaysia yang diamankan anggota TNI AL di perairan Tanjung Datuk, Kecamatan Paloh, Kabupaten Sambas saat merapat di dermaga Mako Lantamal VII Pontianak, Selasa (20/9). (Dispen Lantamal XII)
  PONTIANAK, SP - Sebuah Kapal Motor penangkap ikan berbendera Malaysia kembali ditangkap oleh Patroli Keamanan Laut (Patkamla) Posal Temajuk, saat tengah melakukan aktivitas pencurian ikan di perairan Temajuk, Sambas, Kalimantan Barat, Minggu (18/9) siang  pukul 13.00 WIB.

Ternyata seluruh awak kapal beserta nahkoda adalah warga negara Indonesia. Tidak hanya itu, ke enam awak kapal juga berasal dari Kalimantan Barat.

Komandan Satuan Keamanan Laut di Pangkalan Utama TNI AL XII Pontianak, Mayor Homsim mengatakan, dengan adanya peristiwa ini, menandakan masih belum amannya perairan laut Indonesia dari para pelaku pencuri ikan dari negara luar.

Maka untuk itu, kapal motor bernama SF 1-2929, dengan bobot 67,9 Gross Tonage (GT) ini, setelah ditangkap segera  dikawal Satkamla Lantamal XII Pontianak ke Mako Lantamal di Jalan Komyos Soedarso, Pontianak Barat, untuk proses penyelidikan dan penyidikan sesuai dengan hukum yang berlaku.


"Setelah ditangkap di sana. Kapalnya kita bawa ke Mako Lantamal untuk diperiksa dan diproses sesuai dengan hukumnya," kata Homsim, Selasa (20/9).

Dia menceritakan, kronologis penangkapan terhadap kapal itu bermula ketika Patkamla Losal Temajok menggelar patrli dan melihat aktivitas kapal tersebut, sehingga segera dilakukan penghentian, pemeriksaan dan penangkapan.

"Saat berusaha ditangkap, kapal tersebut tengah melakukan penarikan jaring pukat Trawl yang sudah terdapat muatan kurang lebih 750 kilogram dengan jenis berbagai macam ikan," ucapnya.

Terpisah, Komandan Lantamal XII Pontianak, Brigjen TNI (Mar) M Hari, memberikan apresiasi kepada patroli keamanan laut dan pengawasan wilayah perbatasan laut Indonesia dan Malaysia di perairan Tanjung Datuk.

Menurut dia, semangat juang prajurit Posa Temajuk, ditunjukkan sesuai dengan semboyan Lantamal XII Pontianak, yakni "Membangun karakter pejuang Lantamal XII, loyal, kerja keras, pantang menyerah, bertarung mengukir karya terbaik bagi bumi pertiwi".

"Wujudnya adalah penghentian, pemeriksaan dan penahanan kapal asing berbendera Malaysia yang menangkap ikan di perairan yurisdiksi nasional Indonesia," ucap Hari.

Sebagaimana terungkap, walaupun kapal tersebut berbendera Malaysia, namun seluruh awak kapalnya yang berjumlah enam orang awal kapal itu seluruhnya adalah warga negara Indonesia dan semuanya berasal dari wilayah Kalimantan Barat.  
Di antaranya adalah Suparno (37), Heri (20), Pelip (24), Bisul (27), Barata (24) dan Anto (43). Bikul, yang merupakan nahkoda kapal tersebut membenarkan bahwa dia beserta warga negera Indonesia lainnya bekerja di bawah perusahaan perikanan Malaysia dan memang kapal tersebut juga berasal dari negeri serumpun.

"Yang punya kapal orang Malaysia, saya bekerja baru sekitar dua bulan menahkodai kapal ini. Sedangkan berada di perairan Indonesia baru sekitar dua hari," kata Bikul.

Dia terlihat pasrah saat ditangkap petugas Lantamal, dengan juga membenarkan bahwa kapalnya itu menggunakan alat tangkap Trawl yang mana telah dilarang penggunaannya.

"Baru dapat 700-800 kilo ikan campur," ucapnya.

Dan di dalam kapal tersebut, ditemukan sejumlah surat-surat yakni seperti surat lesen vessel dan peralatan tangkap ikan. Surat penggunaan Kru Asing. Kartu I-kad dari Malaysia dan Buku pelaut dari Adpe Jakarta. (ang/ind/sut)