Warga KKR, Kalbar Terancam Hukuman Mati di Sarawak, Malaysia

Regional

Editor sutan Dibaca : 1169

Warga KKR, Kalbar Terancam Hukuman Mati di Sarawak, Malaysia
ILUSTRASI Polisi Malaysia (news.fimadani.com)
PONTIANAK, SP – Sanimu Saludin, WNI asal Sungai Ambawang, Kabupaten Kubu Raya, terancam hukuman mati di Sarawak, Malaysia. Pasalnya, Sanimu tertangkap tangan membawa senjata api ilegal di negara jiran tersebut.

"Sanimu Saludin, warga Desa Mega Timur, Kecamatan Sui Ambawang, Kabupaten Kubu Raya, terancam hukuman mati karena kedapatan membawa senpi ilegal beserta 94 butir amunisi oleh polisi Malaysia," kata Kabid Humas Polda Kalbar, Kombes Suhadi SW di Pontianak, Kamis (22/9).

Suhadi menjelaskan, Sanimu tertangkap tangan di tempat tinggalnya, Kampung Sau, Sungai Metapus, Mukah, Sarawak, Malaysia Timur. Pengungkapan kepemilikan senjata api tersebut berawal dari pengembangan penyelidikan oleh pihak Polis Diraja Malaysia Kontinjen Sarawak terkait kasus perampokan di wilayah tersebut, Rabu (7/9).

Direktur Reserse Umum Polda Kalbar Kombes Krisnandi menegaskan, Sanimu sama sekali tidak memiliki catatan kriminal selama berada di Kalbar.

“Polda sudah dimintai konfirmasi dari Polis Diraja Malaysia (PDRM), dan sudah dijawab sesuai fakta yang ada di Indonesia,” katanya.  

Krisnandi menambahkan, alamat Sanimu di Desa Mega Timur sudah berpindah tangan kepada orang lain, melalui proses jual beli sekitar empat-lima tahun silam, sehingga sudah tidak ditemukan lagi data pendukung yang dibutuhkan kepolisian Malaysia.  

Ketua Jabatan Siasatan Jenayah IPK Sarawak Sac Datok Dev Kumar menyatakan, penangkapan Sanimu karena memili senpi rakitan ilegal.  Sanimu dijerat dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku di Malaysia, Seksyen 8 Akta Senjata Api 1971 dengan ancaman hukuman mati. Saat ini Sanimu masih ditahan di Sarawak.  

Menurut Laison Officer (LO) Polri di Sarawak, Kompol Taufik Noor Isya, pihaknya telah berkordinasi dengan pihak PDRM Kontinjen Sarawak dan Polda Kalbar untuk mengecek alamat tempat tinggal Sanimu di Kalbar. Mereka juga ingin mendapatkan catatan kepolisian apakah yang bersangkutan pernah melakukan tindak kriminalitas di Kalbar.

Sementara itu, menurut keterangan Ketua Jabatan Siasatan Jenayah IPK Sarawak Sac Datok Dev Kumar, yang bersangkutan bisa dijerat dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku di Malaysia, Seksyen 8 Akta Senjata Api tahun 1971 dengan ancaman hukuman mati. Saat ini Sanimu masih ditahan di Sarawak. (aju/pat/sut)