Di Kalbar, Polisi Tangani 295 Kasus Perjudian

Regional

Editor sutan Dibaca : 969

Di Kalbar, Polisi Tangani 295 Kasus Perjudian
ILUSTRASI (antaranews.com)
PONTIANAK, SP - Kabid Humas Polda Kalbar Kombes Pol Suhadi Suwondo menyebutkan, berdasarkan data yang diperolehnya, dari 295 kasus itu, yang paling tinggi berada di Kota Pontianak dengan 68 kasus. Kemudian diikuti Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Kalbar menangani 52 kasus.

"Tingkat perjudian di Kalimantan Barat terbilang cukup tinggi. Dimana selama Januari hingga akhir September 2016, jumlah kasus perjudian yang ditangani mencapai 295 kasus," kata Suhadi, Jumat (30/9) di Mapolda Kalbar.

Sementara di Polres Mempawah ada 20 kasus, Polres Singkawang 22 kasus, Polres Sambas menangani 22 kasus, Polres Sanggau 11 kasus, Polres Sintang 20 kasus, Polres Kapuas Hulu 17 kasus, Polres Ketapang 18 kasus, Polres Landak 14 kasus, Polres Bengkayang 12 kasus, Polres Sekadau 9 kasus dan Polres Melawi 10 kasus.

Pada umumnya, permainan judi yang dilakukan masyarakat itu meliputi judi togel,  permainan dadu seperti liong fu dan kolok-kolok. Namun ada juga judi sambung tulang, sabung ayam dan judi menggunakan kartu seperti remi, gaple dan chapsa.

Suhadi menyebut, di Kota Singkawang terdapat sebuah permainan judi yang cukup unik. Yakni, perjudian dengan menggunakan air liur sebagai sarana atau alat taruhan. Di mana, air liur masing-masing petaruh itu akan dibiarkan, sampai kemudian ada lalat yang hinggap, baru dianggap sebagai pemenang.

"Di kota yang dikenal sebagai kota Amoy itu ada judi yang unik. Yakni, judi ludah. Dimana, jika air ludah pemain judi dihinggapi lalat, maka dialah sebagai pemenang," ujarnya.

Judi meludah ini merupakan judi jenis baru.  Namun, kasus judi yang paling menonjol adalah jenis togel melalui ponsel, karena kupon putih kata para penjudi sudah kuno. Kemudian judi liong fu, judi sambung tulang, sabung ayam dan judi kolok-kolok.


Sementara itu, Direktur Reskrimum Polda Kalbar, Kombes Pol Krisnandi mengungkapkan bahwa pihaknya sangat konsen dalam memerangi kejahatan perjudian.

Karena dampak dari perjudian akan berimplikasi terhadap berbagai kejahatan lainnya. Misalnya akibat kalah judi, mereka bisa melakukan pencurian, hubungan keluarga tidak harmonis, anak menjadi terlantar, bahkan biasanya disetiap perjudian dibarengi pula dengan minumam keras.

"Perjudian jenis apapun harus terus diperangi oleh semua pihak, karena dampak dapat merusak mental generasi bangsa," kata Krisnanda.

Terpisah, Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Polresta Pontianak, Kompol Andi Yul mengatakan, memang perjudian di Kota Pontianak cukup banyak. Baik yang sudah terungkap maupun yang belum. "Kita memang komitmen dalam memberantas perjudian. Di Kota Pontianak memang rawan perjudian. Dan sangat banyak," kata Andi.

Tingginya jumlah tersebut berkat tingginya efektivitas kinerja anggotanya dalam memberantas perjudian. "Ini semua tidak terlepas dari laporan masyarakat. Jika masyarakat aktif melaporkan ke kita, kita cepat bergerak untuk menggerebek perjudian itu," katanya.

Andi mengatakan, 68 kasus perjudian itu berjenis judi, liong fu, remi box, kupon putih (togel) online dan biasa. "Yang paling banyak kita amankan judi jenis togel dan liong fu," ucapnya. (ang/ind/sut)