Langganan SP 2

Bawaslu Kaji Dugaan Pelanggaran Paslon Wali Kota Singkawang

Regional

Editor sutan Dibaca : 835

Bawaslu Kaji Dugaan Pelanggaran Paslon Wali Kota Singkawang
Mobil X-Trail berpelat merah KB 9 C, yang digunakan Tjhai Nyit Kim (Malika Awang Ishak), terparkir di depan RSUD Soedarso Pontianak, Sabtu (24/9). SUARA PEMRED/UMAR FARUQ
PONTIANAK, SP – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kalimantan Barat, menyebutkan terdapat sejumlah temuan dugaan pelanggaran yang telah disampaikan oleh Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) di daerah yang akan menggelar Pilkada Serentak 2017.

"Laporan Panwaslu Kota Singkawang, ada temuan. Seperti bakal pasangan calon (Paslon) yang melakukan verifikasi syarat pencalonan sebagai calon wali kota dan wakil wali kota Singkawang ke KPU," ujar Ketua Bawaslu Kalbar, Ruhermansyah, Minggu (2/10).

Ruher menyatakan, Panwaslu Singkawang juga telah melaporkan dugaan pelanggaran dari seorang bakal paslon karena menggunakan fasilitas negara, yakni kendaraan dinas plat merah saat melakukan tes kesehatan. "Sudah kita dalami masalah ini," katanya.

Diketahui, bakal paslon Tjhai Nyit Kim (Malika)-Suryadi, menggunakan kendaraan berplat merah saat tes kesehatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Soedarso, Pontianak, Sabtu (24/9). Malika menggunakan mobil X-Trail warna hitam bernomor polisi KB 9 C, dan Suryadi menggunakan mobil jenis Kijang berplat KB 1469 HT.

Satu di antara anggota Panwaslu Kota Singkawang, Hendra Kurniawan mengatakan, pihaknya tengah mengkaji temuan tersebut.

"Sekarang lagi dalam proses kajian Panwas Singkawang, apakah itu pelanggaran pidana pemilu  atau administrasi, sebagaimana yang dimaksud pasal 71 Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2016 atas tindakan pejabat negara yang menguntungkan atau merugikan salah satu calon," ujarnya, di Singkawang, Senin (3/10).

Kajian temuan itu sedang dibahas dalam rapat pleno. Jika hasil rapat dinilai sebagai pelanggaran, maka akan dilanjutkan ke pihak yang berwenang. "Tentunya akan direkomendasikan ke pihak yang berwenang," terangnya.

Menanggapi penggunaan fasilitas milik pemerintah, Malika mengakui bahwa itu merupakan kelalaian dirinya. "Nah itu mungkin kelalaian kita dari tadi pagi buru-buru. Mungkin ini tidak akan terulang lagi," ujarnya saat tes kesehatan di RSUD Soedarso, Sabtu (24/9).

Malika menyatakan, tidak akan mengulanginya. "Kita mohon maaf, saya berharap bakal calon wakil saya, Suryadi tidak mengulanginya juga," tuturnya. (umr/and/sut)