Kapolda Kalbar Instruksikan Tembak Bandar Narkoba

Regional

Editor sutan Dibaca : 2560

Kapolda Kalbar Instruksikan Tembak Bandar Narkoba
ILUSTRASI (kualalumpurpost.net)
PONTIANAK, SP – Kapolda Kalimantan Barat, Inspektur Jenderal Polisi Musyafak menginstruksikan kepada Direktur Narkoba Kombes Purnama Barus, untuk menindak tegas bandar narkoba yang terus berkeliaran, dengan cara ditembak mati. Instruksi tersebut  disampaikan pada coffee morning jajaran Polda Kalbar di Pontianak, kemarin.

"Bandar narkoba mesti diberantas karena telah merusak masa depan generasi muda," kata Kapolda.

Musyafak mengungkapkan  dalam lima bulan terakhir, jajaran Reserse Narkoba belum ada mengungkap kasus besar. Padahal,  Kalimantan Barat sangat berpotensi sebagai jalur masuknya narkoba dari luar negeri ke Indonesia.


Kapolda mengingatkan Kalbar memiliki wilayah lautan sepanjang 1.000 kilometer yang dapat menghubungkan negara segi tiga emas penghasil narkotika terbaik dunia, yaitu Myanmar, Laos dan Thailand serta Sarawak,  Malaysia sebagai pintu masuk narkoba ke Indonesia.


Oleh karenanya,  Kapolda meminta maaf kepada masyarakat, jika nanti ada bandar narkoba yang ditembak mati Polisi.

Menurut Musyafak, polisi diberikan senjata bukan untuk gagah gagahan, tetapi untuk menembak penjahat, bandar narkoba dan melindungi masyarakat dari ancaman. Karena sesuai konvensi Havana Cuba tanggal 27 Desember 1979, yang disepakati oleh Polis polisi dunia, bahwa aparat penegak hukum bisa menggunakan tindakan kekerasan dengan menggunakan senjata api.  

Penggunaan senjata api apabila, untuk mencegah kejahatan yang lebih besar, untuk melindungi harta benda dan Jiwa raga masyarakat atau petugas, dikhawatirkan pelaku melarikan diri dan cara lain yang sudah ekstrim dilakukan,  namun tidak mampu mencegahnya.

Namun yang jelas,  penggunaan senjata api harus terukur dan untuk melumpuhkan  bukan membunuh.
Kapolda memberi target Direktorat Reserse Narkoba untuk mengembangkan kasus-kasus narkoba yang ditanganinya.  

“Jika perlu para bandar narkoba juga dikenakan Undang-Undang Tindak Pidana Pencucian Uang. Para bandar narkoba harus dimiskinkan, karena mereka juga tidak memikirkan nasib generaai Bangsa,” pungkas Musyafak. (aju/sut)

Komentar