Tokoh Dayak Kalimantan Bantah "Lindungi" Ahok

Regional

Editor sutan Dibaca : 2155

Tokoh Dayak Kalimantan Bantah
ILUSTRASI Tarian Suku Dayak (log.viva.co.id)
PONTIANAK, SP- Masyarakat Dayak di Kalimantan membantah mendatangkan tokoh adat berkekuatan supranatural untuk melindungi Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, petahana yang mencalonkan diri dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI Jakarta, 15 Februari 2017 mendatang.

“Itu isu tidak benar. Jakarta itu baromater nasional, sehingga aparat sudah memiliki aturan baku di dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Sejauh ini situasi di Jakarta aman-aman saja,” kata Jakobus Kumis, Sekretaris Jenderal Majelis Adat Dayak Nasional (MADN) Jakobus Kumis, Rabu (19/10) kepada suarapemredkalbar.com.
  
Menurut Yakobus tokoh adat berkekuatan supranatural Suku Dayak di Kalimantan tidak dalam kapasitas mencampuri politik praktis. Tokoh adat hanya bertugas menjaga kesucian dan kemurnian adat istiadat Suku Dayak di seluruh wilayah di Kalimantan. 

Jakobus menegaskan dalam menghadapi pilkada serentak 2017, dan cukup banyak pemerintahan otonom di Kalimantan masuk daftar berpartisipasi, MADN bersifat netral.

Jakobus mengharapkan pelaksanaan pilkada di DKI Jakarta dapat jadi barometer nasional di dalam menjaga kerukunan, keberagaman sehingga semua pihak terlepas dari kungkungan kediaman paling dalam yakni religiositas dan etnisitas.  

“Janganlah kita terkotak-kotak, hanya lantaran berbeda keyakinan. Pilkada di DKI Jakarta akan jadi rujukan nasional, apapun hasilnya. Kalau hanya menimbulkan perpecahan akan membuat Bangsa Indonesia terpuruk, karena menjadi sorotan dunia internasional,” pungkas Jakobus. (aju/sut)