Langganan SP 2

Polda Kalbar Rilis Kasus Investasi 'SOT' Bodong Mempawah

Regional

Editor sutan Dibaca : 721

Polda Kalbar Rilis Kasus Investasi 'SOT' Bodong  Mempawah
Jajaran Polda Kalbar memperlihatkan barang bukti saat rilis kasus investasi bodong. (ist)
PONTIANAK, SP –  Jajaran Penyidik Polda Kalbar bekerjasama dengan Polda Bali, menangkap Mahhut, tersangka investasi bodong atas nama PT Save Our Trade (SOT) periode Januari 2015 – Maret 2016 senilai Rp43 miliar, milik 6 ribu nasabah.

“Tersangka sedianya menjanjikan keuntungan 50% dari investasi tiap nasabah minimal Rp1,5 juta. Tersangka Mah sempat menghilang dari Mempawah, Kalimantan Barat, lantaran banyak sekali komplain nasabah meminta pembayaran profit dan uang pokok investasi,” kata Irjen Musyafak, Kapolda Kalbar saat rilis kasus investasi bodong.

Kapolda mengungkapkan para nasabah mulai membuat laporan polisi di Polres Mempawah sejak 22 Juli 2016, setelah tersangka Mah tidak mampu membayar keuntungan sebagaimana dijanjikan dan uang pokok investasi tiap nasabah.

Menurut keterangan beberapa saksi, diperoleh informasi tidak semua uang nasabah dipergunakan oleh tersangka Mah untuk kegiatan training, namun dipergunakan untuk hal hal yang bersifat pribadi. Usaha investasi bodong alias abal-abal dijalankan dengan dibantu 6 orang Leadernya, sehingga tersangka memilliki kurang lebih 6.000 nasabah yang tersebar di beberapa kabupaten dan Kota di Kalimantan Barat.

 Serta hasil penyelidikan awal diperkirakan dana nasabah yang terkumpulkan oleh tersangka Mah sebesar Rp43 miliar. Uang tidak dapat dikembalikan oleh tersangka kepada nasabah, baik dalam bentuk modal pokok ataupun keuntungan atau frofit.
Tersangka sempat melarikan diri ke Bali, namun berkat kegigihan dan kerja keras anggota,  Mah dapat dibawa ke Pontianak, Kalimantan Barat untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya.


Tersangka bisa dibawa ke Polda Kalbar berawal dari hasil pengecekan penyidik tanggal 25 Oktober 2016,  terhadap penarikan uang di Anjungan Tunai Mandiri Bank Central Asia (ATM BCA) Alfamart,  Jalan Kunti  2, Seminyak, Kabupaten Badung, Provinsi Bali. Hasil analisa Circuit Close Television (CCTV) diketahui bahwa istri tersangka yang melakukan penarikan. 

Pada tanggal 26 Oktober 2016, tim Dit Reskrimsus bersama penyidik Polres Mempawah, telah mengetahui keberadaan tersangka dan melakukan pemantauan di wilayah Jalan Dewi Sartika Nomoro 3A dan Jalan Tukang Batang Hari,  dibantu oleh Tim Jatanras Polda Bali.

Tim berhasil menangkap tersangka Mah tepat di depan Nanda Mart, setelah itu Polisi melakukan penangkapan terhadap istrinya di Jalan Tukad Batang Hari XII Nomor 8 Badung, Provinsi Bali, untuk dilakukan pendalaman.

Adapun barang bukti yang berhasil diamankan penyidik antara lain 5 unit handphone, 6 buku Tabungan BCA dan BRI, 5 kartu ATM, 2 simcard, Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP), dua kwitansi pembayaran transfer uang sebesar 10 juta,  dua e- KTP, 11 butir peluru gotri.
 

“Kepada Masyarakat yang merasa dirugikan akibat investaai bodong ini untuk  melaporkan diri ke Polda Kalbar, Direktorat Reserse Khusus Lantai 3 Mapolda Kalbar di Pontianak atau melapor ke Polres Mempawah,” kata Musyafak.

Sementara itu, Kapolres Mempawah, AKBP Dedi Agustono yang ikut hadir, mengungkapkan,  sebelumnya sempat memediasi tersangka dan nasabahnya, untuk memberikan waktu kepada tersangka mengganti uang yang sudah dipakai.
“Namun Mahhut melarikan diri sampai kemudian berhasilkan diamankan di Bali,” ujarnya.  

Terkait kasus penipuan berkedok investasi yang belakangan marak terjadi dan meresahkan, pengamat sosial Universitas Tanjungpura Pontianak, M Sabran Achyar menilai secara sosiologis ada pergeseran pemahaman masyarakat dari rasionalitas ke irasionalitas. Sehingga gampang ditipu tanpa mencerna dengan baik hal-hal seperti investasi bodong.

“Misalnya ingin cepat punya uang banyak tanpa harus bekerja keras. Saya berharap masyarakat bisa melek teknologi agar tidak gampang ditipu,” katanya.

Selain itu, pihak-pihak seperti OJK juga perlu turun ke masyarakat untuk memberikan pemahaman cara berinvestasi yang benar kepada masyarakat. (nan/and/aju/sut)