KPAID Kalbar Terima 87 Laporan Kasus Kekerasan Anak

Regional

Editor sutan Dibaca : 1187

KPAID Kalbar Terima 87 Laporan Kasus Kekerasan Anak
Ilustrasi
PONTIANAK, SP – Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPAID) Kalbar mencatat sejak awal tahun 2016  hingga awal November 2016 terdapat  87 kasus laporan kekerasan terhadap anak.

 “Angka di lapangan lebih tinggi, namun banyak pihak malu untuk melapor kasus yang menimpa mereka, terutama yang menyangkut kasus kejahatan seksual," kata Alik Rosyad, Ketua Pokja Data dan Informasi KPAID Kalbar. 

Alik memaparkan dari beragam jenis kasus yang paling mendominasi adalah kasus hak kuasa asuh dan penelantaran anak sebanyak 34 kasus dan kasus kejahatan seksual sebanyak 22 kasus.

Kekerasan fisik 13 kasus, penculikan dan anak hilang enam kasus, perlindungan empat kasus, kekerasan psikis tiga kasus, hak sipil dua kasus, sisanya masing-masing anak berhadapan dengan hukum, pekerja anak satu kasus.

Dia  meminta agar pemda lebih peduli terhadap tingginya angka kasus kejahatan terhadap anak yang kian hari meningkat. Dan, berharap kebijakan mendirikan kantor-kantor KPAID di daerah atau kabupaten berdasarkan rekomendasi kepala daerah. 

"Pihaknya kesulitan menangani kasus di daerah-daerah,  karena selain masalah jarak,  juga terkendala masalah dana, sebab KPAID merupakan lembaga independen," ungkapnya.

Alik menambahkan, sejauh ini laporan terbanyak yang masuk  dari Kota Pontianak, berjumlah 75 persen laporan. Sisanya dari berbagai kabupaten di Kalbar. (nan)