Pengusaha Perkebunan di Kalbar Resah Donald Trump Menang

Regional

Editor sutan Dibaca : 1925

Pengusaha Perkebunan di Kalbar Resah Donald Trump Menang
Donald Trump, Presiden Baru Amerika Serikat. (net)
PONTIANAK, SP – Pengusaha di Provinsi Kalimantan Barat mengaku resah atas kemenangan Donald Trump  pada Pemilu Presiden di Amerika Serikat, Rabu (9/11) lalu. “Berdampak terhadap ekspor hasil pertanian, terutama minyak mentah kelapa sawit atau Crude Palm Oil (CPO),” kata H Ilham Sanusi, Ketua Gabungan Pengusaha Perkebunan Indonesia (GPPI) Provinsi Kalimantan Barat, Kamis (10/11). 

Ilham memaparkan kampanye Trump menekankan kemandirian AS di dalam memenuhi kebutuhan dalam negeri. Sementara, selama ini negara Adidaya banyak memasok hasil industri dari kawasan Asia, terutama dari RRC dan Jepang.

RRC dan Jepang, lanjut Ilham, banyak memasok bahan hasil pertanian Indonesia untuk kebutuhan industri,  yang kemudian hasilnya diekspor ke AS.  “Rakyat Amerika Serikat sekarang menyadari pentingnya sebuah kemandirian bangsa dalam banyak hal, terutama kebutuhan masyarakatnya,” ujar Ilham.

Ilham mengatakan saat Trump menekankan pentingnya sebuah kemandirian bangsa, mendapat simpati dari masyarakat pemilih, karena sudah cukup gerah peredaran barang kebutuhan di pasar dipenuhi impor dari RRC dan Jepang.

Ilham mengharapkan, pemerintah segera membantu pengusaha untuk mencari terobosan baru dalam memproduksi hasil pertanian, agar tidak tergantung kepada negara yang selama ini sangat tergantung dengan AS dalam ritme perdagangannya.

Berdasarkan penghitungan yang dilansir media ternama Washington Post, Rabu (9/11), Trump telah meraih 276 electoral vote, meninggalkan rivalnya, Hillary Clinton yang meraih 218 electoral vote. Dengan perolehan ini, berarti Trump telah melampaui ketentuan 270 electoral vote yang harus direbutnya untuk memenangkan pilpres.  (aju)