Oknum PNS Dinas PPKAD Kapuas Hulu, Kalbar 'Nginap' di Hotel Prodeo

Kapuas Hulu

Editor sutan Dibaca : 760

Oknum PNS Dinas PPKAD Kapuas Hulu, Kalbar 'Nginap' di Hotel Prodeo
ILUSTRASI (depkes.go.id)
PUTUSSIBAU, SP - Putra Gunawan, oknum PNS di Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD) Kabupaten Kapuas Hulu yang tersandung kasus narkoba, akhirnya masuk penjara menyusul kasusnya dinyatakan P21 oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Putussibau.  

Tersangka dikirim ke Rumah Tahanan (Rutan) Putussibau, Selasa (23/8). "Proses tetap berjalan setelah berkasnya dinyatakan lengkap oleh kejaksaan pada 10 Agustus 2016. Kami serahkan tersangka dan barang bukti," kata Kasat Narkoba Polres Kapuas Hulu, Iptu Edi Tarigan di ruang kerjanya, Kamis (25/8).  

Sebelumnya tersangka sejak ditangkap beberapa bulan lalu memang tidak ditahan karena memiliki pekerjaan tetap. Selain itu juga kondisi kesehatannya  saat itu belum normal sehingga harus menjalani pengobatan. 
 

"Hasil tes urin tersangka positif sebagai pemakai. Tersangka langsung ditahan untuk penyelidikan lebih lanjut," katanya.

Kepala Rutan Kelas II B Putussibau, Mulyoko membenarkan penahanan tersebut. "Selasa sore kami terima tahanan baru dari kejaksaan," katanya.  

Ibu tersangka, Maknun mengaku tak dapat berbuat banyak atas kasus akibat kelakuan anaknya itu. "Kami tak bisa berbuat banyak. Kami hanya bisa mengharap kasus Gunawan cepat selesai," ujarnya.  


Target dan Evaluasi

Sementara itu dari Jakarta dilaporkan, Kapolri Jenderal Tito Karnavian merilis langsung penangkapan berikut penyitaan barang bukti narkoba 63,5 kg di Mabes Polri Rabu (24/8).
"Sengaja saya ekspos kasus ini secara personal. Kehadiran saya secara personal untuk menunjukkan keseriusan Polri dan BNN  memberantas penyalahgunaan narkoba," kata Tito.

Jenderal bintang empat itu menginstruksikan seluruh jajaran Polri untuk melakukan langkah tegas kepada pelaku pengedar narkotika. "Ini membahayakan generasi muda. Korban banyak setiap hari, problem sosial. Seluruh jajaran kepolisian, mabes, polda, polres, dan polsek untuk ungkap jaringan narkoba," sambungnya.

Pihaknya memberikan target dan evaluasi mana polda, polres, dan polsek yang berprestasi dalam mengungkap kasus narkoba dan mana yang tidak. Pengawasan akan dilakukan Bareskrim. "Diukur secara kualitas dan kuantitas. Di sisi lain akan ditingkatkan pengawasan internal dan bersihkan Polri dari oknum pengedar, pemakai, dan pembantu jaringan narkotika. Pemakai sanksi internal, pengedar sanksi internal dan pidana," tegasnya.

Ini adalah komitmennya sebagai Kapolri untuk tidak main-main dalam penanganan kasus narkotika. Dia juga meminta anak buahnya untuk menindak tegas kasus-kasus narkoba. "Kejar pengedar dan tokoh kunci jaringan ini. Saya mengharapkan dapat dukungan semua jajaran kepolisian dan BNN serta jajaran dan elemen masyarakat untuk memerangi narkotika," sambungnya.

Namun Tito mengingatkan yang harus dikejar jangan hanya kelas kurir. Tapi tokoh utama yang membiayai dan master mind peredaran yang memasukkan barang dalam jaringan itu.
"Tokoh kunci yang jadi TO utama. Kalau hanya kurir maka mesin jalan terus. Saya juga peringatan anak buah saya untuk tidak lalu menjebak masyarakat. Kalau terbukti menjebak maka saya akan pecat," lanjut Tito. (sap/brs/bob/pat/sut)