Harga Premium di Bunut Hilir, Kabupaten Kapuas Hulu Rp 11 Ribu per Liter

Kapuas Hulu

Editor sutan Dibaca : 635

Harga Premium di Bunut Hilir, Kabupaten Kapuas Hulu Rp 11 Ribu per Liter
ILUSTRASI GRAFIS (SUARA PEMRED/ MEGA)
PUTUSSIBAU, SP – Masyarakat Kecamatan Bunut Hilir mengeluhkan tingginya harga jual bahan bakar minyak (BBM) di wilayah perairan Sungai Kapuas dan danau. Harga BBM, khususnya jenis premium mencapai Rp10 ribu sampai Rp11 ribu per liter.

Ketua Danau Sunjung Kecamatan Bunut Hilir Abang Marhaban mengatakan, BBM sangat dibutuhkan bagi para nelayan untuk mencari ikan, baik di sungai maupun di danau. Jika harga BMBM mahal, maka pendapatan nelayan akan semakin kecil.

"Semakin murah harga minyak, semakin besar hasil yang diperoleh nelayan. Sebab untuk satu kali turun mencari ikan, nelayan harus membeli minyak minimal lima liter untuk menghidupkan mesin tempel mereka,"katanya.

Ia berharap kepada Pemda Kapuas Hulu agar mampu menstabilkan harga jual minyak di jalur Sungai Kapuas. "Pemda harus punya solusi untuk mengatasi mahalnya harga minyak di sini,"katanya.

Warga Kecamatan Bunut Hilir, Ali Misran mengatakan, melonjaknya harga BBM disebabkan karena biaya angkut pengambilan minyak di agen premium dan minyak solar (APMS) menggunakan transportasi jalur sungai juga tinggi.

"Biasanya kios-kios membeli minyak di APMS terapung yang ada di Putussibau atau Jongkong. Untuk ke kedua tempat itu dibutuhkan waktu satu hari perjalan menggunakan motor air," katanya.

Sementara itu, Direktur APMS PT UKM Kapuas Hulu (badan usaha milik daerah) Syarif Abubakar Al-Qadri mengatakan, untuk menstabilkan harga jual BBM di wilayah jalur sungai, Bupati Kapuas Hulu berencana membangun APMS terapung lainnya di tiga lokasi jalur Sungai Kapuas, yakni di Kecamatan Bunut Hilir, Embaloh Hilir dan Hulu Kapuas.

"Nanti APMS terapung itu menggunakan izin sendiri dari Pertamina, namun di bawah PT UKM Kapuas Hulu,"katanya.

Menurutnya, selama ini yang membuat harga BBM di jalur Sungai Kapuas mahal karena tingginya biaya angkut menggunakan transpoortasi air, selain itu tempat pengambilan minyaknya pun sangat jauh.

"Kalau nanti di tiga tempat itu diletakkan satu-satu APMS-nya maka secara otomatis harga minyak akan murah,"katanya. (sap/ind)