Cuaca, Jadwal Penerbangan di Bandara Pangsuma Terganggu

Kapuas Hulu

Editor sutan Dibaca : 473

Cuaca, Jadwal Penerbangan di Bandara Pangsuma Terganggu
Ilustrasi
PUTUSSIBAU, SP – Beberapa waktu terakhir, penerbangan di Bandara Pangsuma, Kabupaten Kapuas Hulu (KKH), mengalami keterlambatan. Hal ini disebabkan oleh kondisi cuaca yang tidak memungkinkan, untuk dilakukan penerbangan.
Medio Desember  2016 - Januari 2017, curah hujan di KKH sangat tinggi. Dan tinggi dasar awan rata-rata rendah, sehingga sangat rawan bila dilakukan penerbangan.

"Musim hujan, membuat pertumbuhan awan Cumulonimbus meningkat. Hal ini sangat berbahaya bagi penerbangan, sehingga jadwal penerbangan harus terganggu,” kata I Gusti Agung Angga, Forecaster BMKG Putussibau.

Menurut Gusti, tidak hanya terkendalanya jadwal penerbangan, curah hujan yang tinggi,  mengakibatkan terjadinya banjir, terutama di Daerah Aliran Sungai (DAS). Awan Cumulonimbus, yang muncul mulai pukul 12.00-16.00 WIB, sangat berbahaya, karena akan mengeluarkan angin microbust atau angin kencang.

“Kami berharap, masyarakat waspada, karena sewaktu-waktu bisa saja terjadi puting beliung,” papar Angga.

Selain itu, pada kumpulan awan Cumulonimbus, dapat mengakibatkan angin yang sangat kencang, yakni angin naik dan angin turun. Angin inilah yang biasanya membuat pesawat mengalami kegoncangan. Tidak jarang,  angin ini biasanya yang menyebabkan pesawat jatuh.

Kepala BMKG Putussibau, Heru Sukoco, mengatakan para calon penumpang tidak perlu khawatir menggunakan transportasi udara. Sebab armada penerbangan saat ini, telah memiliki deteksi keadaan cuaca yang berbahaya. Sukoco memastikan, apabila cuaca sangat buruk, maka dipastikan penerbangan tidak akan dilakukan.  "Kami selalu menyampaikan perkembangan cuaca, sebelum keberangkatan pesawat. Utamanya terkait potensi bahaya cuaca yang ada,"katanya.

Kepala Bandara Pangsuma, Hariyanto juga memastikan belum terjadi lonjakan penumpang, menjelang Natal dan Tahun Baru. Pihaknya pun belum melakukan penambahan armada penerbangan.

“Harga tiket masih normal, yaitu sekitar Rp500 ribu-1,2 juta. Kami berharap, para calon penumpang bisa bersabar, bila terjadi delay, sebab keselamatan lebih diprioritaskan. Pilot juga tidak akan berangkat, bila kondisi cuaca tidak memungkinkan," katanya. (sap/mul)