Langganan SP 2

Bupati: Tidak Sembarangan Cabut Status KLB Rabies

Kapuas Hulu

Editor sutan Dibaca : 396

Bupati: Tidak Sembarangan Cabut Status KLB Rabies
Ilustrasi
PUTUSSIBAU, SP- Pemkab Kapuas Hulu, hingga saat ini belum mencabut status Kejadian Luar Biasa (KLB) Tanggap Darurat Rabies. Perpanjangan status ini, mengingat kasus gigitan Hewan Penular Rabies (HPR) cenderung bertambah. 

"Tidak sembarangan mencabut status KLB Rabies. Jika sesuai data, sudah tidak ada lagi kasus Rabies, maka status KLB baru bisa dicabut," kata  Bupati KKH, AM Nasir. 

Sementara, Kabid Peternakan, Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Peternakan (Dispertanak) KKH, Maryatiningsih mengatakan, kasus gigitan HPR hingga Desember 2016, mencapai 108 kasus. 

"Bahkan 5 Desember, terjadi kasus gigitan anjing di Dusun Bersatu, Desa Miau Merah, Kecamatan Silat Hilir. Korbannya seorang ibu menyusui, atas nama Sukaisih (28)," ungkapnya.

Maryatiningsih menceritakan Sukaisih digigit pada bagian buku ruas tangan kiri dan paha kanan. Untuk penanganannya dilakukan oleh koordintor BPP Mualim, atas instruksi dinas. "Ia sudah diberi anti Rabies, agar tidak terinfeksi," ujarnya. 

Kemudian lanjut Maryatiningsih, pihaknya  juga membawa kepala anjing yang menggigit, dan dikirim melalui taksi ke UPT Laboratorium Keswan, Dinas Peternakan dan Keswan Kalbar, hasilnya ternyata positif mengidap Rabies. 

Setelah mengetahui hasilnya positif rabies pihaknya langsung menginformasikan ke Kepala Dispertanak Kapuas Hulu, kemudian petugas Dinkes, Kades Bersatu dan PPL Silat Hilir, untuk mengambil langkah-langkah penanganan selanjutnya. Termasuk penanganan intensif terhadap korban. 

"Kades Miau Merah, langsung mengambil langkah-langkah untuk pengamanan desanya. Atas kejadian tersebut pada 10 Desember, kami gencar mensosialisasikan pembinaan dan Monev Rabies Center ke beberapa kecamatan rawan tertular, seperti Silat Hilir, Silat Hulu, Semitau, Seberuang dan Kecamatan Badau," pungkasnya. (sap/mul)