Polsek Mentebah Selidiki Dugaan Oknum Kades Cabuli Ibu Hamil 9 Bulan

Kapuas Hulu

Editor sutan Dibaca : 621

Polsek Mentebah Selidiki Dugaan Oknum Kades Cabuli Ibu Hamil 9 Bulan
Ilustrasi
PUTUSSIBAU, SP - Oknum Kepala Desa (Kades) di Kecamatan Mentebah, berinisial RL (30) diduga dilaporkan ke polisi karena dugaan mencabuli KR (20), ibu rumah tangga yang sedang hamil di rumah kediaman oknum tersebut.   

"Waktu itu korban sedang hamil 9 bulan dan kebetulan bekerja sebagai tukang cuci di rumah pelaku," kata warga yang enggan disebut namanya kepada Suara Pemred,


Dia menceritakan, peristiwa bermula, saat korban hendak membuat Kartu Keluarga (KK) untuk keperluan melahirkan.

"Jadi, Kades minta korban datang langsung ke rumahnya," tutur warga tersebut.
 

Korban diantar sang suami.  Hanya saja, suami korban hanya mengantar korban sampai di depan rumah Kades.
  "Alasan si suami waktu itu buru-buru mau beli paku, untuk membuat kandang ayam," terangnya.  

Nah, saat korban bertemu Kades,  si oknum Kades menceritakan kepada korban bahwa  proses kelahiran korban akan terganggu, dan orang yang bisa melancarkan proses kelahiran adalah pelaku.  "Cerita tadi ternyata membuat korban percaya," kata warga tersebut.  

Pelaku menyuruh korban berbaring berbaring di atas meja. Setelah itu, pelaku langsung meraba kemaluan  hingga menekan perut korban. Korban kesakitan. 
Tak putus asa, si oknum Kades ini sempat meminta korban untuk menggunakan sarung. Lagi-lagi permintaan pelaku ditolak.  Gagal usaha melancarkan aksi  bejat, pelaku mengantar  ke rumah korban dan mengancam untuk tidak melapor.   

Kasat Reskrim Polres Kapuas Hulu AKP Muhammad Aminuddin belum bisa memberikan kronologis kejadian. Alasannya, masih ditangani Polsek Mentebah.  

"Ada tapi masih ditangani Polsek, terkait kejadian itu masih banyak kejanggalan-kejanggalan, untuk perkembangan selanjutnya nanti saya infokan lagi," katanya, Selasa (3/1).  

Kapolsek Mentebah Iptu Surarso, membenarkan adanya laporan dari korban terkait kejadian tersebut. Ia mengatakan, permasalahan tersebut masih belum jelas, sebab masih dilakukan proses penyelidikan.   Saat ini korban belum bisa dimintai keterangan, sebab masih dalam keadaan melahirkan. (sap/loh

Baca Juga:
Harga Lada di Bengkayang Turun