Senin, 23 September 2019


Hendri: Guru SD dan SMA Banyak Tidak Disiplin

Editor:

sutan

    |     Pembaca: 997
Hendri: Guru SD dan SMA Banyak Tidak Disiplin

Ilustrasi

PUTUSSIBAU, SP - Kepala Bidang (Kabid) Pengembangan Sumber Daya Aparatur, Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Kapuas Hulu, Hendri menilai bahwa  guru adalah Aparatur Sipil Negara (ASN) yang paling tidak disiplin.  

"Yang banyak tidak disiplin itu guru SD dan SMA. Hal ini dikarenakan jumlah tenaga ASN guru di Kapuas Hulu, lebih banyak dari tenaga ASN lainnya," katanya.  

Menurutnya, pihaknya sulit untuk melakukan pengawasan. Jauhnya jarak antar wilayah di Bumi Uncak Kapuas, menjadi kendala, karena menghambat pengawasan terhadap para guru.
 Sesuai Peraturan Pemerintah (PP) 53 Tahun 2010, tentang disiplin Pegawai Negeri Sipil (PNS), para ASN dituntut untuk disiplin menjalankan tugas.

Namun sayangnya, lanjut Hendri  kelemahan dari PP tersebut adalah  penerapannya dilakukan secara berjenjang,  di mana atasan langsung yang memonitoring dan memberikan sanksi terhadap bawahannya.
 

"Misalnya di instansi sekolah, Kepala Sekolah yang berkewajiban memonitoring dan memberikan sanksi kepada bawahannya. Terkadang Kasek sulit menerapkan aturan itu, karena adanya ikatan emosional hubungan keluarga dan sebagainya," jelasnya.

Diterangkannya, dalam menerapkan PP 53 tersebut, pihaknya selain melakukan monitoring langsung ke lapangan, juga meminta laporan catatan kehadiran guru sekolah setiap akhir bulan.  Namun sayangnya, tidak semua sekolah memberikan laporan kehadiran tenaga guru tersebut.  

"Kami sudah menyarankan kepada Dinas Pendidikan (Disdik), agar pengawas sekolah melakukan monitoring ke semua sekolah," ujarnya. 
  

Hendri mengungkapkan bila ditemukan pelanggaran dari kehadiran yang dilaporkan pihak sekolah tersebut, pihaknya akan menyurati Disdik agar memberikan pembinaan kepada yang bersangkutan.
 

"Pada 2016, kami memberhentikan empat orang ASN, tiga di antaranya tenaga guru dan satu pegawai Disperindagkop," pungkasnya. (sap/mul)
   

Baca Juga:
Parkir Karcis, Sumastro Akui Gagal Tingkatkan Retribusi
Akhir Bulan Ini, CCTV Center Pontianak Beroperasi
Perlu Dukungan Pemkab Jadikan Desa Nanga Raun sebagai Desa Wisata