Masyarakat KKH Minta Kontribusi Kawasan Konservasi

Kapuas Hulu

Editor Kiwi Dibaca : 349

Masyarakat KKH Minta  Kontribusi Kawasan Konservasi
ilustrasi
PUTUSSIBAU, SP - Anggota DPRD Kapuas Hulu, Hamdi Jafar mengatakan, eksekutif dan legeslatif harus bersama dan satu kata, untuk mendatangi Pemerintah Pusat (Pempus), terkait kontribusi dengan ditetapkannya Kabupaten Kapuas Hulu sebagai kawasan hutan konservasi.  

Diterangkannya, dengan dilindungnya wilayah hutan Kapuas Hulu, membuat masyarakat sempat resah. Pasalnya selama ini, masyarakat sudah menjadikan hutan sebagai sumber kehidupan, mereka berketergantungan hidup dari hasil alam yang ada di hutan.

"Mereka sering mengeluh kepada saya. Dengan dilindungnya hutan, mereka kesulitan mencari mata pencaharian, untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari," katanya.

Dijelaskannya, selama ini Kabupaten Kapuas Hulu telah membayar hutang Indonesia kepada Amerika, dengan cara menjadikan wilayah hutan Kapuas Hulu sebagai hutan lindung atau wilayah konservasi.  
"Sekarang yang perlu kita pertanyakan, apa kontribusi yang diberikan Pempus terhadap masyarakat kita. Mereka hanya mengambil keuntungan saja," tegasnya.


Dengan ditetapkannya Kapuas Hulu sebagai hutan konservasi, kata Hamdil, membuat pemkab kesulitan untuk membangunan Kapuas Hulu, hingga ke plosok desa terpencil. Pemkab tidak bisa membuka jalan, khususnya untuk wilayah yang ada di areal hutan lindung.  

Selain itu, masyarakat pun dibuat asing di wilayahnya sendiri. Pasalnya mereka tidak bisa lagi menebang pohon, dan mengambil hasil alam lain yang terdapat didalam hutan, ruang gerak mereka saat ini sudah semakin dibatasi oleh aturan yang ada.  
"Hukum untuk masyarakat disekitar hutan lindung itu sangat tegas. Jika mereka menebang kayu di hutan lindung. yang ada di belakang kampung, mereka dianggap sebagai pencuri yang harus ditindak tegas," ujarnya


Ke depannya, papar Hamdi sebagian wilayah yang sudah masuk dalam hutan lindung, harus segera dikeluarkan oleh Pempus, utamanya seperti wilayah pemukiman penduduk dan wilayah yang memiliki potensi hasil alam yang bermanfaat bagi masyarakat.  

"Kapuas Hulu ini kaya, hanya saja kekeyaan itu tidak bisa dikelola, sebab terbentur dengan status hutan lindung, kita minta perhatian Pempus, sehingga kita bisa membangun," terangnya. (sap/mul)