Langganan SP 2

Hasil Tangkapan Nelayan Sungai Sabu Menurun Drastis

Kapuas Hulu

Editor Kiwi Dibaca : 500

Hasil Tangkapan Nelayan Sungai Sabu Menurun Drastis
ilustrasi
PUTUSSIBAU, SP – Aliran Sungai menuju Danau Lindung Sabu, di Desa Bunut Hilir, Kecamatan Bunut Hilir dipenuhi tumbuhan pialang. Keadaan ini menyebabkan akses transportasi masyarakat di sungai tersebut terhambat.  

Kondisi ini telah dikeluhkan oleh para nelayan setempat, yang setiap hari menggunakan aliran sungai tersebut untuk mencari ikan di Danau Lindung Sabu.  

Satu di antara nelayan Desa Bunut Hilir, Sukur mengatakan, kondisi tersebut sudah berlangsung sangat lama yakni sekitar lima tahun yang lalu. Pialang tidak hanya memenuhi jalan sungai menuju Danau Lindung Sabu saja, bahkan saat ini sudah memenuhi danau itu sendiri.  

"Akibatnya, asliran sungai tertutup, dan akses ke danau sangat sulit. Kami jelas terhambat, sehingga tidak bisa mencari ikan," kata Sukur, kepada Suara Pemred, Selasa (9/5).
 

Menurut Sukur, sebelumnya untuk ke Danau Sabu, nelayan hanya membutuhkan waktu sekitar 30 menit saja, dengan mendayung sampan. Namun sekarang banyaknya tumbuhan pialang, untuk ke danau diperlukan waktu hampir dua jam perjalanan.   "Karena mereka sambil menyiangi aliran sungai tersebut. Walaupun sudah sering dibersihkan, tetap saja pialang tumbuh dengan subur," ungkapnya.  

Sukur mengakui, para nelayan sudah sering gotong-royong membersihkan aliran sungai tersebut. Namun sayangnya, setiap selesai dibersihkan tumbuhan tersebut justru tumbuh semakin subur. Terkadang tenaga mereka tidak habis untuk mencari ikan, tapi kelelahan karena membersihkan aliran sungai.  

Nelayan lainnya, Idot mengatakan, Danau Sabu yang sudah ditetapkan sebagai danu lindung oleh pemkab Kapuas Hulu. Oleh karena itu, seharusnya Pemkab memberikan perhatiannya. Misalnya menyediakan dan menyalurkan dana bantuan secara rutin untuk pemeliharaan aliran sungai menuju Danau Sabu.  

“Bisa juga menaburkan benih ikan, baik benih ikan konsumsi maupun hias, seperti Arwana Red. Saat ini, Dinas Perikanan (Diskan) hanya berdiam diri saja dan tidak segera berbuat. Beberapa saat lagi, Danau Sabu bukan jadi Danau Lindung lagi, tapi jadi tempat budidaya tumbuhan pialang," tegasnya.  

Ditambahkannya, Diskan harus bisa memberikan pembinaan terhadap masyarakat sekitar danau yang telah dilindungi, termasuk dengan memberikan fasilitas serta akses jalan sungai yang dibutuhkan oleh para nelayan.  

"Aliran Sungai menuju Sanau Sabu sangat penting bagi masyarakat, karena jalur utama yang menghubungkan ke danau-danau lain, seperti Danau Sabu, Temeruang, Pilin, dan Sunjung," paparnya.  

Kepala Desa Bunut Hilir Andi Syamsu mengatakan masyarakat dan para nelayan sudah sering mengeluhkan tumbuhan pialang yang menutupi jalan sungai. Oleh karena itu ia juga meminta kepada pihak Diskan Kapuas Hulu segera mengecek kondisi di lapangan terkait persoalan tersebut serta memberikan solusi untuk membasmi tumbuhan pialang.   "Sudah pernah dilakukan pembersihan secara gotong royong, namun tidak berapa lama setelah pembersihan tumbuhan itu kembali menutupi jalan lagi,"katanya  

Saat ini, kata Syamsu, kondisi tumbuhan pialang sudah semakin banyak, bahkan sampai hampir menutupi danau sabu. Oleh karena itu diperlukan penanganan yang ekstra dari Dinas Perikanan untuk membasmi tumbuhan pialang tersebut.   "Kita kasihannya kepada para nelayan yang setiap hari mencari ikan disana. Selama ini mereka sudah susah payah untuk melindungi danau lindung disana, harusnya ada perhatian khusus dari Diskan untuk mereka," katanya. (sap/mul)