Rabies Kembali Telan Korban di Kapuas Hulu

Kapuas Hulu

Editor Kiwi Dibaca : 534

Rabies Kembali Telan Korban di Kapuas Hulu
Rabies
PUTUSSIBAU, SP - Warga Kapuas Hulu kembali jadi korban gigitan anjing gila (Rabies). Dia adalah Petronela Jurai (42), warga Desa Nanga Lot, Kecamatan Seberuang, yang meninggal dunia, pada Senin (22/5).  

Menurut Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kapuas Hulu, Harrison Azroi, sebelum meninggal dunia, korban sempat mendapatkan perawatan secara intensif di RSUD Ade Muhammad Djoen Sintang.  

"Tanggal 3 Mei 2017, korban digigit anjing pada alis mata sebelah kiri. Namun tanggal 19 Mei 2017, korban baru dibawa ke Puskesmas Sejiram," ujarnya kepada wartawan, Selasa (23/5).  

Setelah sehari, Sabtu (20/5), barulah korban dirujuk ke RSUD Ade Muhammad Djoen Sintang, untuk mendapatkan perawatan secara intensif dari medis. Karena sudah muncul gejala Rabies antara lain seperti, susah menelan, hipersalivasi, dan takut air.  

"Ternyata nyawa korban tidak bisa diselamatkan, satu hari setelah dirawat di rumah sakit Sintang," papar Azroi.  

Menurut laporan di lapangan, kata Harrison, anjing yang mengigit korban adalah merupakan anjing miliknya orang lain. Di mana saat itu, mau melihat anak anjing dibawah kolong rumah. Tiba-tiba anjing itu mengigit alis sebelah kiri korban.

"Anjing yang mengigit tersebut langsung dibunuh," jelasnya.   Atas kejadian ini, Azroi mengimbau, seluruh masyarakat selalu tetap waspada terhadap anjing rabies.  

"Kita minta, anjing yang tak tidak bertuan, sebaiknya dibunuh, dikuburkan atau dibakar, dan jangan dimakan," katanya.  

Selain itu, warga diminta, apabila ada masyarakat tergigit anjing segera meminta pertolongan tenaga kesehatan terdekat, untuk dilakukan tindakan cepat. "Kalau merasa digigit anjing, langsung mendatang puskesmas terkait, untuk pemberian Vaksin Anti Rabies (VAR)," tutur Azroi.  

Menurut data Bidang Peternakan Dinas Pertanian, dan Pangan Kabupaten Kapuas Hulu bahwa, dalam tahun 2017 dari bulan Januari-April ini, sudah 50 kasus terjadi gigitan anjing gila yang sudah tertular Rabies.
"Kasus sebelumnya, anak kecil berusia 12 tahun di Desa Selaup Kecamatan Bunut Hulu, atas nama Ain, telah terjadi gigit anjing gila. Menurut informasi anak kecil tersebut sudah dibawa ke puskesmas," ujar Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian dan Pangan Kapuas Hulu, Maryatiningsih.  

Dalam waktu dekat kata Maryatiningsih, pihaknya akan melakukan observasi kelapangan. "Kami menunggu jika
14 hari kedepan anjing yang menggigit korban mati, sebelum 14 hari maka anjing tersebut berindikasi rabies," paparnya. (sap/mul)