Kodim-Polres Tutup Jalan Tikus di Perbatasan

Kapuas Hulu

Editor Kiwi Dibaca : 597

Kodim-Polres Tutup Jalan Tikus di Perbatasan
ilustrasi
PUTUSSIBAU, SP - Kodim 1206 Putussibau dan Polres Kapuas Hulu berkomitmen untuk menutup jalan tikus yang berada diwilayah perbatasan Malaysia- Indonesia. Mengingat selama ini jalan tersebut diindikasikan selalu dimanfaatkan oleh para mafia untuk memasukkan barang ilegal dan terlarang ke Kapuas Hulu (Indonesia).  

Dandim 1206 Putussibau Letkol Inf Muhammad Ibnu Subroto mengatakan, jalan tikus yang ada diperbatasan saat ini ada dua jenis, pertama jalan tikus yang hanya bisa dilalui oleh kendaraan roda dua dan pejalan kaki, kemudian satunya lagi jalan tikus yang bisa dilalui oleh kendaraan roda empat.  

"Untuk jalan tikus yang bisa dilalui oleh kendaraan roda empat seperti jalan Mentari, Sepadan dan Jalan Arah Puring dan semua itu merupakan jalan sawit," katanya.  

Dikatakannya, selama ini pihaknya sudah menyampaikan ke Imigrasi Putussibau untuk menutup jalan tikus tersebut dan hal itupun didukung oleh Bupati Kapuas Hulu, hanya saja saat ini belum ada tindaklanjut dari pemerintah pusat untuk menutup jalan tikus tersebut.  

"Jalan tikus diperbatasan itu, sarat akan kepentingan para mafia untuk menyeludupkan barang ilegal dan narkoba, jadi harus segera ditutup,"tegasnya  

Kapolres Kapuas Hulu, AKBP Imam Riyadi mengatakan, saat ini yang menjadi perhatian serius pihaknya yakni terkait banyaknya jalan tikus diwilayah perbatasan RI- Malaysia diwilayah Kecamatan Badau dan Puring Kencana. Mengingat keberadaan jalan tikus tersebut sangat rawan dimanfaatkan oknum tidak bertanggungjawab untuk menyeludupkan barang ilegal dan terlarang ke Indonesia.  

"Terakhir yang meyita perhatian terkait penangkapan narkoba tertinggi terjadi di Kapuas Hulu yakni sebanyak 31 kilogram narkoba dan 1500 ekstasi," jelasnya.  

Ditambahkannya, berdasarkan hasil pendalaman terhadap pelaku dan dari paspor yang bersangkutan, pelaku sudah sering keluar masuk melalui border Badau.   

"Pelaku ini merupakan jaringan internasional. Dia berani masuk melalui border secara terang-terangan membawa barang haram itu,"katanya  

Untuk itu ke depan menurutnya, perbatasan harus lebih diperketatkan lagi agar barang haram tersebut tidak masuk kembali ke Indonesia. Semua instansi untuk mengantisipasi masuknya narkoba melalui perbatasan.  

"Ancaman saat ini sangat besar seperti terorisme, narkoba, penyeludupan barang ilegal dan manusia,"jelasnya  

Ke depan untuk titik tertentu diperbatasan akan dipasang CCTV, ia berharap semua pihak mulai dari kabupaten sampai pusat harus berkomitmen menutup jalan tikus tersebut.  

"Jalan tikus itu jangan dianggap sepele, sebab fatal akibatnya, harus segera ditindaklanjuti,"katanya  

Selama ini ketika jalan tersebut hendak ditutup, mereka selalu mengatasnamakan kepentingan masyarakat, padahal itu hanya kepentingan oknum tertentu saja.  

"Kami akan mengaktifkan kembali pos jaga diperbatasan, untuk fokus pengawasan pada tiga titik Badau puring kencana dan silat," ungkapnya. (sap/mul)