Kapuas Hulu Waspada Ormas Terlarang

Kapuas Hulu

Editor Kiwi Dibaca : 237

Kapuas Hulu Waspada Ormas Terlarang
TARIK TRUK – Anggota Shabara Elit, Polres Kapuas Hulu, menarik truk Dalmas dengan gigi. Kemampuan anggota Shabara Elit ini sangat diperlukan, terutama untuk mengantisipasi masuk paham-paham radikal di Bumi Uncak Kapuas.
PUTUSSIBAU, SP - Pemkab Kapuas Hulu, memastikan tidak ada organisasi terlarang yang menganut paham radikal dan terorisme beraktivitas di Bumi Uncak Kapuas. Namun, semua pihak tetap diminta waspada untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan.  

Kepala Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kapuas Hulu, Jumadi Kamarsyah mengatakan, dalam waktu dekat pihaknya akan melakukan deteksi dini terhadap organisasi-organisasi kemasyarakatan dan keagamaan yang ada di Kapuas Hulu.
 

"Berdasarkan informasi intelejen, dan hasil pemantauan kami di lapangan, belum ada organisasi yang meresahkan masyarakat,” paparnya.
  Untuk Saat ini, lanjut Jumadi, ada 60an organisasi yang terdaftar di Kesbangpol dan tersebar di seluruh kecamatan.  

Dijelaskannya, organisasi tersebut kebanyakan ada di ibu kota kabupaten yakni Putussibau. Semua organisasi yang terdaftar di Kesbangpol, dinyatakan resmi secara hukum. Pergerakan dan kegiatan organisasi ini juga rutin dimonitor.
 

"Walaupun aman dari organisasi radikal, kita tetap waspada, dengan terus meningkatkan koordinasi bersama berbagai pihak,” kata Jumadi.
  Sejauh ini, ujar Jumadi, kendala yang dialami pihaknya dalam pendeteksian pergerakan organisasi adalah pendanaan. Selain itu, kurangnya jumlah personel, dan luasnya wilayah Kapuas Hulu.  

"Kami berharap kedepan kesulitan kami dicarikan solusi oleh pemerintah agar kami bisa bergerak secara leluasa," harapnya.
  Jumadi berharap, ke depannya Pemkab bisa menambah anggaran Kesbangpol, karena kini tugas instansinya semakin berat. Adanya penambahan anggaran, bisa memaksimalkan kinerja Kesbangpol, terutama dalam monitoring keberadaan organisasi yang beraktivitas di pedalaman.

  “Kita tetap berkomitmen bersama instansi lainnya, terus menjaga kondusifitas dan Kamtibmas. Berorganisasi tidak ada yang melarang, namun harus sesuai aturan yang ada,” ujar Jumadi.   Wabup Kapuas Hulu, Antonius L Ain Pamero mengatakan, untuk mengantisipasi hadirnya organisasi radikal di Bumi Uncak Kapuas, Pemkab rutin meggelar rapat koordinasi dengan Forkompinda. Pemkab terus menggali informasi terkait keberadaan organisasi.  

"Kami terus bergerak dan menolak berbagai bentuk radikalisme dan intoleran di Bumi Uncak Kapuas," terangnya.
  Menurut Wabup Anton, adanya Ormas dan Orga, bisa jadi pendukung pembangunan. Namun, apabila tidak sesuai dengan aturan yang ada, maka Pemkab bersama instansi terkait, akan melarang untuk beraktivitas di Kapuas Hulu.  

“Saya kira tidak hanya di Kapuas Hulu saja, Ormas terlarang karena radikal dan intoleran, dilarang di seluruh Indonesia. Kita harapkan, masyarakat juga bisa waspada,” pungkasnya. (sap/mul)