Bulog Beli Hasil Panen Petani dengan Harga Tinggi

Kapuas Hulu

Editor Kiwi Dibaca : 253

Bulog Beli Hasil Panen Petani dengan Harga Tinggi
ilustrasi
PUTUSSIBAU, SP - Tim Serapan Gabah Petani(Sergap) nasional, memantau produksi dan peredaran beras ke Putussibau. Tim yang dipimpin oleh Brigjen TNI Nanang Haryanto ini, mendatangi Badan Urusan Logistik (Bulog) Drive Putussibau, Selasa (1/8).  

Kedatangan tim Sergap ini bertujuan untuk memantau stabilitas harga beras yang dihasilkan petani. Tim berharap, dengan adanya pemantauan ini, maka diharapkan harga beras dan bahan makanan lainnya di Kapuas Hulu bisa stabil.   “Wilayah NKRI, termasuk Kapuas Hulu adalah daerah agraris. Masyarakatnya secara umum adalah petani, sehingga kita harus swasembada,” kata Brigjen Nanang.  

Oleh karena itu, Tim Sergap ini dibentuk, agar bisa memantau perkembangan pertanian, khususnya produksi beras nasional. Hal ini, sesuai dengan rancangan dan rencana pembangunan pemerintahan Presiden Jokowi dan Wapres Yusuf Kalla, yang diwujudkan dalam Nawacita.  

“Indonesia harus swasembada pangan. Saat ini pemerintah telah memprogram swasembada pangan, melalui berbagai aksi,” paparnya.   Menurut Birgjen Nanang,  tim Sergap yang dibentuk pemerintah, melibatkan TNI. Tim ini membantu Kementerian Pertanian (Kementan), agar ke depannya, para petani bisa sejahtera. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi kelangkaan bahan makanan pokok.    

Salah satu tugas utama Tim Sergap ini adalah memastikan bahwa panen para petani bisa dihargai dengan baik. Sehingga tidak ada petani yang merasa dirugikan, akibat menjual hasil panen kepada para tengkulak. Aktivitas perdagangan ilegal ini, biasa membeli beras dan gabah dengan harga yang murah.

  "Selain meningkatkan swasembada pangan, Tim Sergap juga mengawasi harga jual gabah dan beras petani. Sehingga petani tidak menjerit saat panen," tegas Brigjen Nanang.   Ditambahkannya, selama ini ia telah melihat daerah lain, seperti Sulawesi dan Jawa, yang selalu surplus beras. Menurutnya, Kalimantan juga bisa melakukannya, karena luas wilayah yang luas. Ia juga menilai, harga beras di Kalimantan cukup tingga, sehingga para petani diuntungkan.  

"Saya lihat, gudang Bulog selalu penuh dengan beras. Karenanya, pemerintah akan terus membeli beras dari para petani, sehingga harga pangan selalu stabil," ungkapnya.   Brigjen Nanang mengakui, pemerintah harus membeli beras petani, sesuai dengan Harga Pembelian Pemerintah (HPP), yakni Rp7.300 per kilogramnya. Untuk saat ini, target Pempus di Kapuas Hulu, harus mampu memproduksi beras sekitar 338 ton.  

"Adanya Tim Sergap, diharapkan bisa membantu pemerintah mencapai target swasembada pangan nasional. Selain itu, pemerintah bisa menyerap hasil produksi gabah petani 100 persen," papar Brigjen Nanang.   Kepala Bulog Putussibau, Halfid Andi Agus siap menampung beras petani, dengan membeli sesuai dengan HPP. Dijelaskannya, selama ini Bulog Putussibau membeli beras petani menggunakan sistem K13, yakni komersil.  

"Petani Kapuas Hulu, memang belum banyak yang menjual hasil panennya ke Bulog. Kebanyakkan mereka menjual ke tengkulak maupun konsumsi sendiri," terangnya.   Ahlfid menjelaskan, dengan adanya Tim Sergap ini, bisa mendukung upaya pemerintah untuk swasembada pangan secara nasional. Secara umum, Bulog Putussibau terus mensosialisasikan, agar petani bisa menjual haasil panennya ke Bulog.

 “Kami akan beli dengan harga yang ditetapkan. Kita juga akan sosialiasikan ke seluruh petani yang ada di seluruh daerah. Semua ini dilakukan agar petani bisa sejahtera,” pungkasnya. (sap/mul)