Dua Guru Garis Depan Kapuas Hulu Mundur

Kapuas Hulu

Editor Kiwi Dibaca : 262

Dua Guru Garis Depan Kapuas Hulu Mundur
GGD
PUTUSSIBAU, SP – Kabupaten Kapuas Hulu, mendapatkan jatah 29 Guru Garis Depan (GGD). Namun disayangkan, belum juga bertugas, dua GGD mengundurkan diri, tanpa alasan yang jelas.

Menurut Kadisdikbud Kapuas Hulu, Petrus Kusnadi, ia tidak mengetahui alasan dua GGD tersebut mengundurkan diri. Namun, ia memperkirakan kedua GGD tersebut tidak siap bertugas di Kapuas Hulu.   “Kondisi Kapuas Hulu yang sangat luas, dengan medan jalan yang berat, bisa jadi alasan. Mereka tidak siap bertugas di pedalaman,” paparnya.

Ia pun menyayangkan adanya kebijakan Pempus, melalui Kemendikbud, yang tidak memprioritaskan putra daerah untuk bertugas di Kapuas Hulu. Menurutnya, putra daerah jelas lebih mengetahui kondisi Kapuas Hulu.   “Kalau orang luar, belum tentu mampu bertugas di sini. Semuanya serba minim dan kekurangan," kata Petrus.

 Diterangnya, selama ini Pemkab  Hulu, kurang setuju dengan program dari Pempus tersebut. Penempatan tenaga pusat baik itu tenaga pendidikan, kesehatan, dan lainnya, di Bumi Uncak Kapuas, tidak pernah berjalan maksimal.
  Hal ini dikarenakan, biasanya orang-orang yang di tempatkan biasanya tidak pernah betah bertugas di Kapuas Hulu. Saat tahu ditugaskan di daerah terpencil, terdalam, dan terluar, mereka mulai mencari alasan untuk pindah ke daaerah lain.

“Harusnya Pempus merekrut GGD dari putra daerah. SDM di Bumi Uncak Kapuas juga sangat banyak, dan lebih siap di tempatkan di mana saja, dari pada GGD dari pusat,” paparnya.  

Diakuinya, GGD yang ada di Kapuas Hulu saat ini memang belum menjalankan tugas, karena masih proses administrasi di Badan Kepegawaian Pengembangan dan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kapuas Hulu.


“GGD akan ditempatkan di daerah tertinggal, seperti di Semitau, Puring Kencana, dan lainnya. Dengan adanya penempatan GGD di Kapuas Hulu, jumlah tersebut belum sebanding, karena Kapuas Hulu masih banyak memerlukan tenaga pendidik," ujarnya. (sap/mul)