Nasir Harap Pempus Bantu Nelayan

Kapuas Hulu

Editor Kiwi Dibaca : 584

Nasir Harap Pempus Bantu Nelayan
PANEN IKAN – Para pejabat Pempus, panen ikan di Danau Lindung Sunjung, Desa Bunut Hilir, Kecamatan Bunut Hilir, Sabtu (5/8). Panen ini dalam rangka Kunker, untuk melihat secara langsung potensi perikanan air tawar di wilayah tersebut.
PUTUSSIBAU, SP- Bupati Kapuas Hulu, Abang Muhammad (AM) Nasir berharap, kunjungan kerja para pejabat Negara dari Pempus, bisa meningkatkan pembangunan di Bumi Uncak Kapuas. Harapan ini disampaikan AM NAsir, saat mendampingi para pejabat Negara, yang berkunjung ke Danau Lindung di Kecamatan Bunut Hilir.   Para pejabat tersebut, menghadiri kegiatan panen ikan di dua danau lindung, di Kecamatan Bunut Hilir, yakni Danau Lindung Sunjung dan Danau Lindung Empangau, Sabtu (5/8). Mereka melihat secara langsung potensi di dua danau tersebut.  

“Saya berharap, mereka bisa memberikan bantuan yang dibutuhkan oleh para nelayan. Mereka telah melihat betapa besar potensi yang ada,” ujar AM Nasir, kepada Suara Pemred, Minggu (6/8).
  Adapun pejabat dair Pempus yang hadir di antaranya Wakil Ketua Komisi V DPR RI Lasarus, anggota Komisi XI DPR RI, Sukiman, Komisi IV DPR RI Ono Sorono, Direktur Kawasan dan Kesehatan Ikan, Kementrian Kelautan dan Perikanan (KKP), perwakilan Kementerian Lingkungan Hidup.  

Mereka disampingi Bupati dan Wabup Kapuas Hulu, Sekda, serta Kapolres.
Ada pula perwakilan Dinas Kelautan Perikanan (DKP) Kalbar, dan seluruh pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kapuas Hulu. Muspika Kecamatan Bunut Hilir, dan seluruh Kades se-Kecamatan Bunut Hilir.  

"Para pejabat ini  melihat secara langsung kehidupan masyarakat nelayan di Bunut Hilir. Dengan ini, kita optimis, mereka akan memberikan bantuan,” papar Bupati Nasir.
  Selama ini, kata Bupati Nasir, Pemkab berupaya mendatangkan bantuan dari Pempus untuk membangun Kapuas Hulu. Dengan koordinasi dan komunikasi berbagai pihak, terus menerus dilakukan, demi menuju Bumi Uncak Kapuas yang maju dan sejahtera.  

"Saya dulu sering ikut orangtua kerja ikan di Danau Lindung Sunjung ini. Karena nasib dan takdir, saya diberi amanah masyarakat jadi Bupati. Ini harus jadi motivasi untuk kita semua," ujarnya.
  Diterangkannya, 30 tahun yang lalu, jumlah ikan di Danau Sunjung sangat melimpah ruah. Namun saat ini jumlah ikan semakin berkurang. Oleh karena itu, masyarakat berinisiatif untuk menetapkan Danau Sunjung jadi danau lindung demi menjaga kelestarian ekosistem ikan.  

"Dulunya Kapuas Hulu ini penghasil ikan air tawar terbesar. Beraneka ragam ikan terdapat di sungai dan danau di Bumi Uncak Kapuas baik itu ikan hias maupun ikan konsumsi," jelas AM Nasir.
  Dikatakannya, biasanya dalam setiap kegiatan yang diadakan masyarakat, mereka selalu membawa proposal untuk meminta bantuan pembangunan kepadanya. Namun pada kesempatan ini, dirinyalah yang akan membawa proposal ke Direktur KKP di Jakarta.  

"Kapuas Hulu ini kaya akan potensi sungai dan danau. Saat ini jumlah sungai yang ada sekitar 200, dan danau 246 danau," ungkapnya. 
  Wakil Ketua Komisi V DPR RI Lasarus mengatakan, tujuannya datang ke Danau Lindung Sunjung, adalah untuk membantu masyarakat. Agar Pempus bisa lebih banyak berperan dalam membantu mensejahterakan para nelayan, dengan cara meningkatkan produksi ikan di Danau Lindung Sunjung.  

"Ikan yang dikembangkan di danau ini, kalau bisa ikan yang memiliki nilai ekonomis tinggi seperti ikan hias jenis Arwana. Yang kita butuhkan saat ini balai benih ikan untuk restoking," papar Lazarus.
  Dikatakannya, hasil dari Kunker tersebut, akan ditindaklanjuti oleh seluruh kementerian terkait. Sehingga nantinya diharapkan danau ini akan mampu memperoduksi ikan yang memiliki nilai ekonomis yang tinggi.  

"Kami minta masyarakat tetap kompak menjaga kelestarian Danau Lindung Sunjung ini. Sebagai wakil rakyat, kami selalu memperjuangkan aspirasi masyarakat," katanya.
 

Ketua Panitia Danau Lindung Sunjung Abang Samson, menjelaskan Danau Lindung tersebut sudah lama ditetapkan oleh masyarakat menjadi danau lindung. Namun belum mendapatkan SK dari Bupati Kapuas Hulu. Oleh karena itu, ia meminta Bupati segera mengeluarkan keputusan Bupati untuk meng SK kan danau tersebut menjadi danau lindung.
 

"Untuk jumlah ikan yang telah dipanen ada 6 ton, dengan jenis ikan entukan. Danau ini sangat banyak memiliki potensi ikan, makanya kami berinisiatif melindung danau ini sebelum ikannya habis," ujar Samson. (sap/mul)
 

Komentar