Polres Lumpuhkan Pelaku Curat

Kapuas Hulu

Editor Kiwi Dibaca : 602

Polres Lumpuhkan Pelaku Curat
TANGKAP CURAS – Jajaran Polres Kapuas Hulu saat ekspos penangkapan pelaku pencurian dengan kekerasan (Curas), yang telah menyebabkan korbannya meninggal dunia.
PUTUSSIBAU, SP – Jajaran Polres Kapuas Hulu, berhasil menangkap pelaku pencurian dengan kekerasan (Curas). Pelaku bernama Sulihat Alias Angga, merupakan warga Dusun Kekiri, Desa Sandai Kiri, Kecamatan Sandai, Kabupaten Ketapang.   Pemuda berusia 17 tahun ini, ditangkap sesaat setelah beraksi di rumah Imuna Sanjaya Alias Neng, yaitu Simpang Empat Melapi, Jalan Lintas Utara, Kecamatan Putussibau. Inuma sendiri tewas, akibat kehabisan darah setelah ditusuk oleh Sulihat.  

“Dalam sebulan terakhir, warga Kapuas Hulu memang diresahkan oleh pelaku. Ia tega melukai korbannya, bahkan ada yang meninggal, karena ditusuk dengan senjata tajam (Sajam) pada bagian perut,” papar Kapolres Kapuas Hulu, AKBP Imam Riyadi.    Adapun barang bukti (BB) yang diamankan berupa sebilah pisau, sehelai baju warna hitam, sehelai celana panjang berwarna coklat. Pelaku ditangkap, ketika hendak menumpang mencuci pakaian di Ruko Imuna.  

Saat itu, pelaku memanggil korban dan menanyakan penyimpanan deterjen. Setibanya korban di dapur, pelaku langsung menusukkan pisau ke perut korban. Karena korban melawan, maka kejadian ini diketahui oleh masyarakat, yang kemudian melaporkan ke anggota Polres.  

"Tersangka kami amankan berkat bantuan warga. Sementara korban meninggal dunia, karena kehabisan darah," katanya.   Menurut AKBP Imam, hasil dari pengembangan terhadap pelaku, ternyata ia juga telah melakukan penganiayaan berat, yaitu menusuk korbannya atas nama Herman Susilo, juga di perut. Peristiwa ini terjadi di Toko Asan Jaya, Jalan Gajah Mada, Kelurahan Putussibau Kota, Kecamatan Putussibau Utara. Persitiwa ini terjadi pada Minggu (6/8).  

Saat itu, pelalu berpura-pura akan membeli obat batuk. Namun, karena melihat kesempatan untuk merampok, ia pun mengambil pisau di jok motor, kemudian menusuk korban. Tetapi korban tidak meninggal, sehingga pelaku langsung melarikan diri dan meninggalkan pisaunya.  

“Tersangka diancam dengan pasal 340 KUHP sub pasal 338 KUHP Jo pasal 365 KUHP Jo pasal 53 KUHP dengan ancaman maksimal penjara seumur hidup,” ujar Kapolres.   Pelaku Sulihat mengatakan, ia melakukan tindakan kejahatan, karena hilang kesadaran. Ia mengakui, telah mengkonsumsi obat batuk dalam volume yang banyak, sehingga tidak sadarkan diri.  

"Saya pusing terlilit hutang, yang mencapai Rp4 juta. Itulah salah satu motivasi saya melakukan hal tersebut," jelasnya.   Pelaku mengaku datang dari Ketapang ke Putussibau, karena diajak abang angkatnya. Pada awalnya, ia bekerja sebagai tukang gunting rambut, namun karena berbagai hal, ia gelap mata.  

“Saya tidak sadar, sehingga bisa berbuat salah. Kini saya akan mempertangungjawabkan kesalahan ini,” pungkasnya. (sap/mul)

Komentar