Puskesmas Perbatasan Rujukan Masyarakat

Kapuas Hulu

Editor Kiwi Dibaca : 361

Puskesmas Perbatasan Rujukan Masyarakat
IMUNIASASI – Tenaga kesehatan di perbatasan Kapuas Hulu, melayani imuniasasi bagi anak-anak SD. Pelayanan ini diharapkan bisa meningkat, dengan adanya pembangunan lima Puskesmas di wilayah perbatasan.
PUTUSSIBAU, SP - Kadiskes Kapuas Hulu, dr Harisson menyatakan, lima Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) telah dibangun di wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia, di Kapuas Hulu. Puskesmas ini jadi rujukan utama masyarakat dalam bidang kesehatan.   "Pembangunan menggunakan Dana Alokasi Khusus (DAK) dari Pemerintah Pusat (Pempus), Rp25 miliar. Pembangunan ini sesuai tindak lanjut dari pengembangan wilayah perbatasan," ujar dr Harisson.  

Adapun kelima Puskesmas perbatasan tersebut, lanjt dr Harisson terletak di Kecamatan Embaloh Hulu, Batang Lupar, Badau, Puring Kencana, dan Empanang. Karena program dari Pempus, maka pembangunan Puskesmas ini sesuai dengan Permen Nomor 5 tahun 2014, tentang Puskesmas di wilayah perbatasan.  

Selain itu, kata dr Harisson, dari kelima Puskesmas itu hanya ada satu Puskesmas yang hanya dibangun lengkap dengan gedung rawat inap, namun gedung rawat jalannya tidak ada.   "Empat Puskesmas yang lainnya, ada gedung rawat inap dan jalan. Masing-masing kapasitas enam tempat tidur," paparnya.   Saat ini, tutur dr Harisson, pembangunan kelima Puskesmas tersebut tengah berjalan atau masih dalam pembangunan pondasi. Direncanakan pembangunan selesai pada Desember 2017.

  "Kita berharap, dengan adanya Puskesmas ini, pelayanan yang diberikan petugas kesehatan di perbatasan semakin baik," kata dr Harisson.   Adanya pembangunan lima Puskesmas di perbatasan dengan menggunakan DAK, Wakil Ketua DPRD Kapuas Hulu, H Wan Taufikorahman sangat menyambut baik. Ia berharap, Puskesmas baru bisa meningkatkan pelayanan kesehatan ke masyarakat di Perbatasan.  

“Kita harap fasilitasnya lengkap, sehingga bisa menjadi rujukan masyarakat perbatasan" ujar Wan Taufiq.   Menurutnya, pembangunan baru Puskesmas di perbatasan, harus disesuaikan dengan tenaga medis yang ada. Bahkan, jika tenaga medis selama ini kurang di perbatasan harus ditambah. Ia mengakui, adnnya Puskesmas baru, namun masih ada hambatan pelayanan masyarakat.  

“Karena tidak ada tenaga medis, dan sebagainya, jadi pelayanan terbengkalai. Kita inginkan adalah pelayanan kesehatan harus maksimal, dan terbaik kepada masyarakat," tuturnya. (sap/mul)