Jalan Nasional Lintas Selatan Pontianak - Putussibau Tergenang Air

Kapuas Hulu

Editor Kiwi Dibaca : 270

Jalan Nasional Lintas Selatan Pontianak - Putussibau Tergenang Air
Ilustrasi
PUTUSSIBAU, SP - Ruas Jalan Nasional Lintas Selatan, kilometer 12, yang menghubungkan Pontianak - Putussibau kembali tergenang air, Senin (11/09). Akibatnya, aktiftas transportasi jalan menjadi terhambat.   Kondisi tersebut pula dikeluhkan oleh masyarakat, mereka mendesak Pemerintah Daerah (Pemda) dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) segera mencari solusi agar kejadian serupa tidak terjadi berulang kali.  

Salah satu pengguna jalan, Sutinah mengungkapkan, ketinggian genangan air saat ini sudah mencapai lutut orang dewasa. Hal tersebut membuat aktifitas pengguna jalan menjadi terhambat.   "Untuk Sepeda motor bisa lewat, sebab di kiri dan kanan jalan sudah dibuat jembatan darurat sementara. Yang tidak bisa lewat itu kendaraan roda empat," ujarnya, Senin (11/9).  

Dikatakan Sutinah, saat ini banyak kendaraan roda empat yang masih mengantri menunggu genangan air surut. Namun, sebagian dari mereka ada juga yang berani berspekulasi untuk menerobos genangan air.  

"Kebanyakan mobil yang menerobos genangan air, mesinnya bermasalah. Sebenarnya kami ini sudah capek ngomong di koran, sampai saat ini belum ada tindak lanjut dari pejabat yang berwenang," terangnya.   Biasanya keluhan masyarakat baru didengar pemerintah kalau para pengguna jalan sudah ada yang hilang jiwa akibat menggunakan jalan tersebut.

"Langkah nyata pemerintah belum ada untuk mengatasi persoalan jalan ini. Malu kita, kalau sampai jalan itu sudah menimbulkan korban jiwa baru mau diperbaiki," katanya.   Menanggapi hal itu, Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Sumber Daya Air Kapuas Hulu, Ledung mengatakan pihaknya sudah menyurati Perencanaan dan Pengawasan Jalan Nasional (PPJN), untuk mengatasi genangan air di jalan tersebut.

  "Jalan itu statusnya jalan nasional, kami ini sifatnya hanya koordinasi saja," katanya.   Diterangkannya, agar jalan tersebut tidak tergenang air, harusnya drainase diperbaiki kiri dan kanan jalan. Paritnya harusnya digali dan didalamkan lagi, agar airnya bisa terbuang ke Sungai Sampak.  

"Penyebab genangan air itu akibat tersumbatnya parit di kiri kanan jalan itu. Kami berharap agar PPJN segera menindaklanjuti surat yang kami kirimkan," harapnya.   Jika jalan tersebut tidak segera ditangani, maka akan berpotensi mengancam arus lalu lintas kendaraan, selain itu ia meminta masyarakat bersabar, mengingat saat ini pihaknya telah berupaya.  

"Tentunya itu akan membutuhkan proses dan tahapan, sejauh ini kami sudah berupaya. Kita tunggu saja tindaklanjut mereka," pungkasnya.(sap/pul)