Kebutuhan Tinggi hingga 200 Kantong Per Bulan

Kapuas Hulu

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 458

Kebutuhan Tinggi hingga 200 Kantong Per Bulan
FOTO BERSAMA - Bupati Kapuas Hulu mengabadikan momen dengan berfoto bersama pengurus Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Kapuas Hulu di Aula Kantor Bupati Kapuas Hulu, Selasa (10/10). SP/Syapari

RSUD Putussibau Tak Sediakan Darah untuk Pasien


Persoalan darah menjadi yang serius dihadapi oleh Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr Achamd Diponegoro Putussibau. Saat ini antara jumlah kebutuhan terhadap darah lebih tinggi dibandingkan dengan ketersedian darah yang ada.
 
SP - Plt Direktur RSUD Dr Achmad Diponegoro Putussibau, Dewi menjelaskan kebutuhan darah di Kapuas Hulu sangat tinggi, di mana untuk satu bulannya dibutuhkan sebanyak 200 kantong, untuk satu kantongnya terisi darah sebanyak 250 cc.

"Masalahnya itu biasa pendonornya tidak memenuhi kriteria, seperti pendonor tersebut menderita penyakit HBSAG, HIV Aids, dan penyakit lainnya. Untuk kesadaran masyarakat dalam mendonorkan darah masih sangat minim," katanya.

Selama ini RSUD Dr Achmad Diponegoro tidak menyediakan darah untuk para pasien, darah-darah untuk pasien tersebut didapat dari para pendonor seperti dari TNI dan Polri.

"Untuk darah yang disimpan di bank darah rumah sakit itu berasal dari para pendonor sukarelawan dan jumlahnya terbatas," katanya.

Dewi berharap, PMI dapat membantu pihaknya mengumpulkan darah demi membantu para pasien yang membutuhkan. Nantinya PMI bisa membuat data base khusus para pendonor yang nantinya akan tergabung dalam group WA.

"Jadi ketika ada pasien yang membutuhkan darah, tinggal menghubungi para pendonor yang ada," katanya.

Wakil Ketua Bidang Pelayanan Kesehatan dan Sosial PMI Kalbar, Anwar menjelaskan selama ini yang menjadi persoalan serius di Kapuas Hulu terkait pengelolaan darah.

"Dalam hal ini yang berhak mengelola darah adalah PMI, kami berharap rumah sakit melalui Pemda membentuk bank darah," jelasnya.

Untuk mengatasi permasalahan tersebut, PMI Kapuas Hulu telah  melaksanakan sosialisasi melibatkan institusi baik lembaga vertikal maupun daerah untuk menjadi pendonor yang aktif.

"Kedepan PMI membuat schedule dan data base berkaitan dengan kesedian darah bagi kebutuhan darah di Kapuas Hulu. Kami juga minta Pemda membantu penambahan alat untuk bank darah," pintanya.

Bupati Kapuas Hulu Abang Muhammad Nasir mengatakan, permasalahan kesehatan menjadi perhatian serius pemerintah daerah (Pemda) Kapuas Hulu.

"Kedepan dengan adanya PMI ini kami berharap mampu mengatasi persoalan kekurangan darah di Kapuas Hulu," harapnya.

Bupati menerangkan, Pemda Kapuas Hulu akan berusaha untuk menambah alat untuk bank darah di RSUD Putussibau. Selama ini kendala yang dihadapi Pemda karena keterbatasan anggaran.

"Kami tidak mau karena tidak adanya darah menyebabkan pasien sampai meninggal dunia. Darah sangat diperlukan utamanya untuk pasien yang terkena musibah bencana alam dan kecelakaan lalulintas," pungkasnya. (sypari/pul)

Komentar