PN Putussibau Tangani Lima Kasus Illegal Logging

Kapuas Hulu

Editor hendra anglink Dibaca : 464

PN Putussibau Tangani Lima Kasus Illegal Logging
Ilustrasi. (Koko/SP)
PUTUSSIBAU, SP - Hingga Oktober 2017 Pengadilan Negeri (PN) Putussibau telah menangani kasus ilegal loging sebanyak lima perkara. Dari lima perkara tersebut baru dua perkara saja yang sudah diputuskan oleh pihaknya.

Ketua PN Putussibau, Saputro Handoyo menjelaskan, untuk kasus dua perkara yang sudah diputuskan yakni kasus dari Penyidik PPNS TNBK dan yang satunya lagi kasus dari Polres Kapuas Hulu.

"Kedua perkara ilegal loging itu terdiri dari menebang kayu di wilayah Hutan Lindung TNBK dan yang satunya lagi kasus mengangkut hasil hutan tanpa Fako atau surat izin dari lembaga berwenang. Mereka divonis antara satu sampai dua tahun," katanya, Kamis (12/10).

Lanjutnya, untuk dua kasus ilegal loging dari Polres Kapuas Hulu, saat ini masih dalam proses Persidangan di PN Putussibau dan tinggal menunggu putusan. Sementara untuk perkara ilegal loging yang satunya lagi juga akan ikut diproses di PN Putussibau dalam waktu dekat.

"Rata -rata pelaku yang masuk dalam persidangan itu statusnya sebagai pembawa kayu, pasal yang disangkakan terhadap pelaku pun terkait dengan pengangkutan kayu," terangnya.

Sementara itu JPU Kejari Kapuas Hulu, Erik Ardianto menjelaskan umumnya kesalahan para pelaku melanggar UU Nomor 18 tahun 2013 terkait mengangkut, menguasai, memiliki hasil hutan tanpa dilengkapi dengan Surat Keterangan Sahnya Hasil Hutan (SKSHH).

"Ancaman minimal penjara 1 tahun dan maksimal 5 tahun dan denda minimal Rp500 juta dan maksimal Rp2,5 milyar," jelasnya.

Dalam penanganan kasus ilegal loging tersebut, pihaknya tidak mengalami kendala yang berarti. Sementara untuk vonis yang dijatuhkan melihat dari perbuatannya, jika pemilik maka ada unsur menguasai dan memilikinya, dan sanksinya diberikan sesuai aturan hukum yang berlaku. (sap/pul)