Nasir: Buat Kelompok Tani untuk Dapat Pupuk Subsidi

Kapuas Hulu

Editor Kiwi Dibaca : 435

Nasir: Buat Kelompok Tani untuk Dapat Pupuk Subsidi
BUPATI KAPUAS HULU
PUTUSSIBAU, SP - Mahalnya harga pupuk di Kapuas Hulu, membuat para petani ladah mengeluhkan hal tersebut. Mereka pun meminta agar pemerintah setempat dapat mencarikan solusi.  

Seperti yang dikatakan petani lada, Yulianus, dirinya meminta kepada Pemda Kapuas Hulu agar mencarikan solusi dari mahalnya harga pupuk yang menjadi persoalan saat ini.  

"Saat ini pupuk khusus lada sangat sulit diperoleh, sehingga para petani terpaksa membeli ke Malaysia dengan harga Rp550 ribu satu karung dengan berat 50 kilogram, itu harganya cukup tinggi," jelasnya.  

Menanggapi hal itu, Bupati Kapuas Hulu, Abang Muhammad Nasir meminta petani lada di perbatasan RI-Malaysia wilayah Danau Sentarum, Kecamatan Batang Lupar untuk membuat kelompok tani, agar Pemerintah Daerah (Pemda) Kapuas Hulu dapat memberikan bantuan pupuk bersubsidi.  

"Setelah ada kelompok tani, baru dapat mengajukan proposal. Dengan begitu keluhan petani terkait masalah pupuk dapat segera terselesaikan," katanya.  

Dikatakan nasir, bahwa harga pupuk Malaysia memang lebih mahal, sehingga selama ini petani mengeluhkan hal tersebut. "Apalagi pupuk Indonesia memang berbeda kualitasnya dengan pupuk Malaysia, tentu harganya juga berbeda," katanya.
 

Nasir juga meminta agar para petani lada serius dalam mengembangkan potensi lada di perbatasan. Salah satu program Menteri Pertanian, agar masyarakat tidak lagi membeli lada ke Malaysia, namun lada yang dikembangkan dapat memenuhi kebutuhan Indonesia.  

"Saat in pemerintah sudah sangat serius dibidang pertanian," pungkasnya. (sap/pul)