Kades Mentebah Divonis 1,6 Tahun Penjara

Kapuas Hulu

Editor Kiwi Dibaca : 1711

Kades Mentebah Divonis 1,6 Tahun Penjara
SUASANA PN - Suasana di halaman Pengadilan Negeri (PN) Putussibau usai persidangan yang menetapkan Kades Nanga Mentebah, Kecamatan Mentebah, Ramadhan (35) yang terbukti melakukan kejahatan kesusilaan terhadap Korban KR (25), dengan vonis 1,6 tahun penjara
 PUTUSSIBAU, SP - Pengadilan Negeri (PN) Putussibau menjatuhkan sanksi penjara selama 1,6 tahun terhadap oknum Kepala Desa (Kades) Nanga Mentebah, Kecamatan Mentebah, Ramadhan (35) Karena telah terbukti melakukan kejahatan kesusilaan terhadap Korban KR (25) yang saat itu sedang hamil tua, Kamis (2/11).  

Humas PN Putussibau Douglas RP Napitupulu menjelaskan, sebelumnya yang bersangkutan dituntut dengan pasal 281 ayat, tentang kejahatan terhadap kesusilaan dengan sanksi hukuman 2 tahun 8 bulan. Namun karena hasil pertimbangan majelis hakim yang mengacu pada fakta di persidangan, yang bersangkutan dijatuhi hukuman hanya 1,6 tahun penjara.  

"Terdakwa melalui penasehat hukumnya mengajukan banding atas keputusan tersebut," katanya.   Ditambahkannya, terkait pernyataan banding, bila semua administrasi sudah dilengkapi, pihaknya nanti akan segera mengirim berkas ke Pengadilan Tinggi, agar segera ditindaklanjuti.  

"Nantinya Pengadilan Tinggi akan memeriksa kembali dan itu bukan wewenang kami lagi, melainkan sudah beralih, keputusan di sini bisa dianulir," tegasnya.   Sementara itu, abang kandung korban Ayub mengatakan, pihaknya berharap agar Kades tersebut dapat segera ditahan karena sudah terbukti bersalah. Pihak keluarga mengancam akan mengambil upaya hukum sendiri bila terdakwa masih bisa berkeliaran bebas.  

"Kami tidak tanggung resiko jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, sebab saat ini kami sudah merasa malu dengan perlakuannya terhadap adik kami," kesalnya.   Ayub juga menilai, bila melihat hukum yang dipelajari pihaknya, putusan yang dijatuhkan oleh Pengadilan Negeri Putussibau masih belum sesuai, dengan keputusan tersebut pihaknya tidak bisa berbuat banyak.  

"Kami sangat keberatan dengan vonis ringan yang dijatuhkan, namun apalah daya kami sebab mereka yang memiliki kuasa," tegasnya.  

Sementara itu, Jaksa Penuntut Umum (JPU) saat ditanya tanggapannya terkait vonis yang dijatuhkan melalui pesan singkat masih enggan berkomentar dan mengatakan untuk keterangan tersebut harus melalui Kasi Intel. "Perlu petunjuk pimpinan," katanya .  

Berdasarkan pantauan di lapangan, saat sedang dilakukan pembacaan putusan yang dijatuhkan, keluarga korban sempat melakukan keributan karena tidak terima dengan keputusan majelis hakim. Untuk keluarga korban yang menghadiri vonis tersebut diperkirakan lebih dari 50 orang. (sap/pul)