Rumah Bantuan ASN Tak Berpenghuni

Kapuas Hulu

Editor Kiwi Dibaca : 410

Rumah Bantuan ASN Tak Berpenghuni
KONDISI RUMAH - Beginilah kondisi rumah yang diperuntukan untuk para Aparatur Sipil Negara (ASN) termasuk TNI dan Polri. Rumah tersebut sudah menelan miliaran rupiah uang negara, namun tak dihuni, bahkan dijadikan tempat mesum.
PUTUSSIBAU, SP - Sejumlah masyarakat mempertanyakan terkait perkembangan pembangunan proyek perumahan khusus Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Republik Indonesia (Kemenpupera RI) pada lima kecamatan di wilayah Perbatasan RI-Malaysia.  

Pasalnya bangunan yang sudah menelan biaya miliaran rupiah tersebut seolah sengaja dibiarkan kosong tak berpenghuni, sehingga rusak dan tampak kumuh.  

Warga Kecamatan Batang Lupar, Abang Arfandi mengatakan, sudah miliaran rupiah uang negara yang digelontorkan untuk membangun perumahan bantuan tersebut, namun sayangnya tak tepat sasaran.  

"Kini hanya berfungsi sebagai tempat mesum saja. Lokasi rumah bantuan itu jaraknya jauh dari pemukiman masyarakat, seingat saya pembangunannya dilakukan sekitar tahun 2012," terangnya.  

Dijelaskannya, saat ini kondisi bangunan sebanyak 50 unit rumah tersebut kini sudah rusak berat, pasalnya banyak bagian rumah yang perlu diperbaiki, seperti kaca banyak yang pecah, dek bagian atasnya sudah rusak, dindingnya juga sudah bolong dan pada bagian lainnya juga termasuk pintu dan jendela.  

"Jika tidak ditempati sebaiknya, diberikan kepada masyarakat saja bantuan rumah itu," sarannya.   Warga Kecamatan Badau, Ramli menjelaskan bahwa sepengetahuannya rumah tersebut merupakan rumah bantuan dari pusat diperuntukkan untuk para Aparatur Sipil Negara (ASN) termasuk TNI dan Polri.  

"Informasi yang saya diterima, terbengkalainya pembangunan itu dikarenakan kontraktor pelaksana pengerjaan proyek tersebut bermasalah dengan hukum," terangnya.   Diterangkannya, dari lima kecamatan perbatasan yang diberikan bantuan bangunan rumah dari pemerintah pusat tersebut, untuk saat ini ada dua kecamatan yang bangunannya sama sekali tidak berfungsi, seperti Kecamatan Batang Lupar dan Badau.  

"Bantuan rumah itu katanya dibangun di lima kecamatan di Kapuas Hulu, seperti Kecamatan Badau berjumlah 50 unit, Putussibau Selatan 26 unit, Embaloh Hulu 15 unit, Puring Kencana 30 dan Kecamatan Batang lupar 50," ungkapnya.   Sementara itu, Bupati Kapuas Hulu Abang Muhammad Nasir mengatakan, terkait permasalahan tersebut, Kemenpupera RI telah datang ke Pemda Kapuas Hulu untuk mengkoordinasikan pembangunan proyek tersebut.

  "Tahun 2018 mendatang bangunan itu akan kembali direhab oleh mereka, namun pihak mereka juga meminta agar Pemda Kapuas Hulu berpartisipasi menyalurkan listrik dan aliran air ke perumahan tersebut," katanya.  

Dikatakan Nasir, selama ini yang menjadi masalah tidak adanya penghuni di perumahan bantuan tersebut, khususnya di Kecamatan Batang Lupar dan Badau karena tidak ada air dan listrik. "Ditahun 2018 Pemda Kapuas Hulu juga akan melengkapi fasilitas aliran air dan listrik di perumahan itu," katanya.  


Nasir menyayangkan, selama ini dalam pembangunan perumahan tersebut, tidak pernah dikoordinasikan dengan Pemda Kapuas Hulu.  

"Rumah itu khusus untuk para ASN, ke depan akan kami lakukan penertiban juga seperti perumahan di Putussibau selatan itu, bila memang terbukti ditempati selain oleh para ASN," pungkasnya. (sap/pul)