Langganan SP 2

Pemecatan Kades Nanga Mentebah Bisa Dilakukan, Jika Ini

Kapuas Hulu

Editor Andrie P Putra Dibaca : 490

Pemecatan Kades Nanga Mentebah Bisa Dilakukan, Jika Ini
Wakil Bupati Kapuas Hulu, Antonius L Ain Pamero
PUTUSSIBAU,SP - Pemerintah Daerah (Pemda) Kapuas Hulu dapat memecat oknum Kades Nanga Mentebah, Kecamatan Mentebah, Ramadhan (35), setelah keluar putusan inkrah dan adanya usulan dari masyarakat yang menyesali memilih kades tersebut.

Wakil Bupati Kapuas Hulu, Antonius L. Ain Pamero mengatakan, kades tersebut dipilih berdasarkan hasil dari demokrasi, oleh karena itu untuk memberhentikannya harus memenuhi tahapan-tahapannya.

"Jika sudah keluar putusan inkrah dari pengadilan dan adanya usulan masyarakat yang tidak menghendaki dan menyesal memilihnya sebagai kades barulah Pemda bisa mengambil langkah tegas," katanya.

Dikatakannya, usulan masyarakat tidak menghendaki dirinya menjadi kades minimal jumlahnya setengah dari jumlah masyarakat desa tersebut. 

Diterangkan Anton, saat ini terdakwa ini masih punya hak hukum karena melakukan upaya banding dari putusan Pengadilan Negeri Putussibau yang menyatakan dirinya bersalah dan divonis 1,6 tahun penjara.

"Harusnya dinonaktifkan sementara jabatannya, agar yang bersangkutan fokus dalam melakukan pembelaan diri,"terangnya.

Anton mengimbau masyarakat agar ke depan lebih teliti dan berhati-hati dalam memilih pemimpin khususnya di tingkat desa agar hal serupa tidak terulang kembali.

"Kami ini kewenangannya hanya mengeluarkan SK pengangkatan Kades saja, untuk proses pemilihannya dilakukan secara demokrasi oleh masyarakat," terangnya.

Seperti diketahui bersama oknum Kades Nanga Mentebah, Kecamatan Mentebah, Ramadhan (35) telah divonis bersalah oleh Pengadilan Negeri Putussibau selama 1,6 tahun penjara, karena terbukti melakukan kejahatan kesusilaan terhadap korban KR (25) yang saat itu sedang hamil tua. (sap)