Langganan SP 2

Karena Hal Ini, Banyak Istri di Kapuas Hulu Gugat Cerai Suami

Kapuas Hulu

Editor Andrie P Putra Dibaca : 1015

Karena Hal Ini, Banyak Istri di Kapuas Hulu Gugat Cerai Suami
Ilustrasi perceraian. Net
PUTUSSIBAU, SP - Berdasarkan data dari Pengadilan Agama (PA) Kapuas Hulu, jumlah gugatan cerai lebih banyak didominasi oleh istri terhadap suaminya.

Alasan gugatan cerai ini cukup beragam, salah satu yang disoroti lantaran suami sering meninggalkan keluarga dalam jangka waktu yang lama, tanpa memberikan nafkah baik lahir maupun batin.

Humas Pengadilan Agama Kapuas Hulu, Arif Budiman mengatakan, sampai November 2017 ini, pihaknya telah menangani 108 kasus perceraian, terdiri dari cerai gugatan yang dilakukan oleh istri maupun cerai talak yang dilakukan oleh suami.

"Kebanyakan Istri yang menggugat cerai suaminya, lantaran mereka ditinggal oleh suaminya," katanya, Senin (13/11).

Dia mengatakan, kasus perceraian tersebut dilatar belakangi karena mereka menikah dengan orang yang berasal dari luar daerah, sehingga dengan alasan pekerjaan istrinya ditinggalkan selama bertahun-tahun.

Bila dibandingkan tahun sebelumnya, jumlah kasus perceraian sebanyak 127 kasus. Arif belum dapat memastikan apakah jumlah kasus perceraian di tahun ini akan menurun atau justru naik.

"Untuk kasus perceraian ASN Kapuas Hulu yang ditangani pihaknya dalam tahun 2017 ini sebanyak lima kasus," katanya.

Arif menjelaskan, khusus untuk ASN yang ingin melakukan gugatan perceraian ke pihaknya, mereka harus memiliki izin tertulis dari atasannya, sesuai dengan UU Nomor 83 Tahun 1985, mengingat ini berkaitan dengan hak kepegawaiannya.

"Jika dalam proses perceraian nanti  (ASN) mereka tidak mengurus izin tertulis, maka risiko kepegawaiannya ditanggung sendiri,” ungkapnya. (sap)