Sekda Kapuas Hulu: Bela Negara Bagian Revolusi Mental

Kapuas Hulu

Editor Andrie P Putra Dibaca : 239

Sekda Kapuas Hulu: Bela Negara Bagian Revolusi Mental
BELA NEGARA - Pembentukan kader bela negara di Kecamatan Putussibau Utara, Rabu (15/11). (SP/Syapari)
PUTUSSIBAU, SP - Sekda Kabupaten Kapuas Hulu, Muhammad Sukri membuka kegiatan Pembentukan Kader Bela Negara Kecamatan Putussibau Utara, Kapuas Hulu Kalbar 2017, di Pulau Kambing Kodim 1206/Putussibau, Rabu (15/11).

Dalam kesempatan tersebut, Sukri menerangkan tangggung jawab membela negara menjadi tanggung jawab bersama. Kegiatan ini merupakan bentuk dari tindak lanjut Gerakan Nasional Bela Negara yang dicanangkan oleh Presiden RI, Joko Widodo.

"Bela negara ini bagian dari revolusi mental, kita harapkan melalui kegiatan ini tercipta kesamaan visi misi bagi kader bela negara se-Indonesia," terangnya.

Dia mengatakan, bila tujuan tersebut telah terlaksana sesuai harapan, maka pembangunan nasional akan dapat dengan mudah terlaksana. Para kader bela negara akan ditanam nilai patriotisme, cinta tanah air , NKRI dan nilai-nilai nasionalisme serta idealisme Indonesia.

"Ancaman yang dihadapi militer dan non militer. Ancaman militer artinya berperang, semenatara non militer seperti kemajuan teknologi, pergaulan bebas, narkoba dan banyak lagi lainnya," ungkapnya.

Dia meminta, kader bela negara harus siap menghadapi segala bentuk ancaman yang ada. Membela negara tidak harus dengan peperangan, namun bisa juga dilakukan dengan menjaga kearifan lokal dan lingkungan.

Sementara itu, Perwakilan Kemenhan RI, Letkol Firdaus mengatakan, dalam mempertahankan Indonesia tidak bisa hanya mengandalkan TNI, sebab jumlahnya terbatas, sementara Indonesia wilayahnya sangat luas.

"Jumlah TNI saat ini hanya sekitar 400 ribu se-Indonesia, pasukan kita tidak akan cukup  jika menggunakan sistem benteng, makanya saat ini Indonesia menggunakan sistem pertahanan semesta," katanya.

Diterangkannya, hanya indonesia yang saat ini menggunakan sistem pertanahanan semesta, di mana seluruh potensi yang ada akan dimanfaatkan untuk pertahananan.

"Jika hanya mengandalkan TNI saja, Indonesia tidak akan kuat, justru dengan keterlibatan seluruh rakyatnya makanya Indonesia sampai saat ini masih tetap kuat," jelasnya. (sap)