Kisruh Pembangunan Pesantren di Badau, Bupati Minta Warga Jaga Kondusifitas

Kapuas Hulu

Editor Andrie P Putra Dibaca : 1290

Kisruh Pembangunan Pesantren di Badau, Bupati Minta Warga Jaga Kondusifitas
Foto Kapuas Hulu, M Nasir. (SP/Syapari)
PUTUSSIBAU, SP - Pembangunan pesentren di Perbatasan RI-Malaysia wilayah Kecamatan Badau, Kabupaten Kapuas Hulu sempat terhambat akibat aksi penolakan oknum yang mengatakasnamakan masyarakat.

Terkait hal itu, Bupati Kapuas Hulu, M Nasir meminta masyarakat Kapuas Hulu untuk tetap menjaga kondusifitas dan tidak mudah terprovokasi oleh informasi tidak benar yang disebarkan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.

"Permasalahan itu masih belum selesai, ada dua pilihan untuk menyelesaikan permasalahan itu, yakni apakah pembangunan ini dilanjutkan atau tidak," katanya, Kamis (16/11).

Dia mengatakan, dirinya dari awal sudah tidak menyetujui untuk pembangunan pesantren di wilayah Kecamatan Badau, mengingat di sana penduduk Muslim sangat minim.

"Pembangunan itu harus melihat azas manfaatnya juga dan pesantren itu harus dibangun di wilayah mayoritas penduduknya Muslim," katanya.

Ketua FKUB Kapuas Hulu, Zainuddin mengatakan, pembangunan pesantren tersebut telah berjalan, di mana telah diletakkan batu pertama pembangunan, namun di tengah perjalanan mengalami sedikit permasalahan.

Sementara itu, Dandim 1206/Putussibau Letkol Infantri M Ibnu Subroto mengatakan, selama ini pihaknya bersama Polri dan instansi terkait saling berkoordinasi. Bila terjadi permasalahan-permasalahan di daerah, utamanya dalam upaya penyelesaiannya.

"Kami selalu mengantisipasi bila ada percikan-percikan masalah seperti adanya upaya penutupan Ponpes, penutupan jalan sawit dan sebagainya," katanya.

Dia menegaskan, hal tersebut harus segera diantisipasi, sebab dikhawatirkan dapat ditunggangi pihak lain, mengingat wilayah Kapuas Hulu sangat mudah terpancing dengan Isu SARA.

"Sekecil apapun masalah harus segera diselesaikan, sehingga tidak ada lagi pihak lain yang menunggangi, apalagi sampai berbau politik," terangnya.

Dia meminta masyarakat cerdas dan bijak dalam melihat persoalan yang sedang terjadi. (sap)