Kejari Kapuas Hulu Terima SPDP Dugaan Penodaan Agama

Kapuas Hulu

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 483

Kejari Kapuas Hulu Terima SPDP Dugaan Penodaan Agama
Ilustrasi. Net
PUTUSSIBAU, SP - Kejari Kapuas Hulu telah menerima Surat Perintah Dimulainya Penyidikan (SPDP) dari Polres Kapuas Hulu, terkait kasus tiga orang siswa di salah satu Sekolah Menengah Atas (SMA) Mentebah, Kabupaten Kapuas Hulu.

Kajari Kapuas Hulu Rudi Hartono mengatakan, saat ini pihaknya masih terus berkoordinasi dengan para penyidik di Polres, mengingat terduga terlapor masih di bawah umur, sehingga membutuhkan penanganan secara khusus.

"Kasus ini harus ditangani oleh jaksa anak atau jaksa yang telah mempunyai sertifikasi. Selain itu, kami juga berkoordinasi dengan Bapas Sintang," katanya, Rabu (6/12).

Sebelumnya, berdasarkan keterangan dari Polres Kapuas Hulu, kronologis dugaan penodaan agama yang dilakukan tiga siswa tersebut, yakni dengan cara menghempas kitab suci ke lantai kelas, kemudian ditendang dan membuka kitab suci kemudian mengacungkan jari tengah.

Kemudian, kitab suci itu juga dipasangkan dengan rangka kacamata. Setelah itu didokumentasi oleh pelaku menggunakan kamera HP milik pelaku, sambil tertawa-tawa dan mengatakan jika ingin masuk surga tidak perlu dengan kitab suci tersebut.

Atas kejadian tersebut pelapor melaporkan ke Mapolsek Mentebah, tindakan yang telah dilakukan membuat laporan polisi, memeriksa saksi, mengamankan kitab suci dan mendatangi TKP.

Kasat Reskrim Polres Kapuas Hulu, Iptu Idris Baskara sebelumnya juga menjelaskan, Orang tua pelaku sudah dipanggil, pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan tokoh masyarakat, adat dan agama di wilayah setempat.
 
Idris menghimbau kepada masyarakat agar tetap menjaga kondusifitas dan tidak mudah terpancing dengan isu tidak benar, yang berpotensi memecah belah persatuan dan kesatuan yang selama ini telah terjalin secara harmonis di Bumi Uncak Kapuas. (sap/pul)