Tiongkok Lirik Tambang di Kapuas Hulu

Kapuas Hulu

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 828

Tiongkok Lirik Tambang di Kapuas Hulu
Grafis (Suara Pemred / Koko)
AKBP Imam Riyadi, Kapolres Kapuas Hulu
"Saat kami melakukan penyelidikan di lokasi tambang, sudah tidak ada aktivitas pertambangan, dan alat-alat tambang sudah tidak berada pada lokasi tambang itu lagi,"

Ansfridus J Andjioe, Kepala Dinas ESDM Kalbar
“Keinginan Tiongkok terhadap potensi tambang yang ada di Kalbar, memang bukan kabar baru,”

KAPUAS HULU, SP – Tiongkok mulai mencari dan survei hasil tambang di Kapuas Hulu. Mereka mendatangi wilayah-wilayah yang dianggap memiliki kandungan emas dan batu tungau atau batu cinabar. Sebelumnya, Tiongkok sudah melakukan eksploitasi tambang bauksit di Kabupaten Ketapang. 

Mengenai dugaan WNA asal Tiongkok mengincar potensi tambang emas dan batu tungau (bahan tambang jenis natrium) di Kapuas Hulu, lantaran sering turun melakukan survei di Kapuas Hulu, Kepala Dinas ESDM Kalbar, Ansfridus J Andjioe, tidak ingin berspekulasi dengan komentarnya. 

Dia tak memiliki info mengenai masuknya dan kegiatan para WNA di Kapuas Hulu. “Keinginan Tiongkok terhadap potensi tambang yang ada di Kalbar, memang bukan kabar baru,” ujarnya singkat kepada Suara Pemred, Senin (11/12).

PT Well Harvest Winning Alumina Refinery (WHW AR) di Ketapang, menjadi salah satu bukti perusahaan asal Tiongkok, menginvestasikan modalnya di Kalbar.

Bahkan, beberapa waktu lalu di Pendopo Gubernur, Atase Perdagangan Tiongkok datang bertemu Gubernur dan Wakil Gubernur Kalbar, guna membahas peluang investasi Tiongkok di Kalbar. Di antara potensi yang bisa dikerjasamakan, sumber kelautan dan pertambangan.

Pada bersamaan, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) Kalbar, Syawal Bondoreso mengungkapkan bahwa, perusahaan asal Tiongkok merupakan investor terbesar di Kalbar.

Tahun ini saja, sekitar Rp1 triliun lebih dana investasi yang sudah masuk. Di Kalbar, investasi secara keseluruhan sekitar Rp17 triliun.

"Terbesar dia, Rp1,57 triliun sampai dengan semester ini," ucapnya.

Investasi perusahaan Tiongkok di Kalbar lebih kepada sektor pertambangan. Di antaranya alumina di Kabupaten Ketapang. "Industri logam non logam sama industri lainya," terangnya.

Kerjasama bilateral Kalbar dengan perusahaan dari Tiongkok, sangat besar potensinya untuk berlanjut di tahun mendatang. "Tetap, beliau kan berkelanjutan ini. Prospek ke depan lebih bagus," pungkas Syawal.

Perketat Pengamanan


Kapolres Kapuas Hulu, AKBP Imam Riyadi menerangkan, terkait keberadaan orang-orang Tiongkok di Kapuas Hulu yang dianggap melakukan survei terhadap tambang emas atau batu tungau, pihaknya sudah melakukan penertiban dan pengecekan di lapangan, utamanya untuk wilayah Desa Nanga Dua, Kecamatan Bunut Hulu. 

"Pada 1 Desember 2017 telah dilaksanakan penyelidikan dugaan tindak pidana di bidang pertambangan (tambang jenis batu sinabar) di Desa Naga Dua Kecamatan Bunut Hulu," katanya, Senin (11/12).

Khusus di lokasi di Desa Nanga Dua, Kecamatan Bunut Hulu telah dilakukan penyelidikan pada lokasi tambang jenis batu sinabar, untuk aktivitas pertambangan sudah tidak ditemukan lagi.

"Saat kami melakukan penyelidikan di lokasi tambang, sudah tidak ada aktivitas pertambangan, dan alat-alat tambang sudah tidak berada pada lokasi tambang itu lagi," katanya. 
 
Sementara itu, saat ditanya terkait informasi sudah adanya pemasangan pipanisasi di wilayah Bukit Podi, Kecamatan Pengkadan, untuk aktivitas pertambangan emas, Kapolres mengatakan, pihaknya akan melakukan pengecekan di lapangan terlebih dahulu.

"Saya cek dulu," katanya.

Dandim 1206 Putussibau, Letkol Infantri M. Ibnu Subroto membenarkan, jika di Desa Nanga Dua, Kecamatan Bunut Hulu terdapat potensi tambang batu tungau atau sinabar. 

"Kalau di Bukit Podi Kecamatan Pengkadan itu banyak terkandung potensi emas," katanya.

Dijelaskannya, terkait potensi tambang tersebut, masyarakat sekitar wilayah sudah mengetahuinya, dan bukan merupakan hal yang asing lagi. 

"Sesuai dengan perintah pemerintah pusat bahwa, barang tersebut dilarang untuk ditambang oleh masyarakat, sekitar apalagi oleh WNA," ungkapnya. 

Sebelumnya, sejumlah Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) dan Kepemudaan meminta Pemda, bersama aparat penegak hukum (APH), memperketat pengawasan warga negara asing (WNA) di Bumi Uncak Kapuas. 

Mengingat saat ini, WNA asal Tiongkok sedang gencar melakukan survei potensi pertambangan di Kapuas Hulu, seperti emas dan batu tungau. Ketua Pengurus Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) Kapuas Hulu Ahmad Yani, meminta aparat penegak hukum (APH) untuk bersinergi dalam mengawasi orang asing diwilayah Bumi Uncak Kapuas.

"Harus ada koordinasi antar stakeholder terkait seperti Imigrasi, TNI dan Polri dan Pemda Kapuas Hulu. Selain itu, masyarakat juga diminta proaktif," katanya. 

Kepala Kantor Imigrasi Kelas III Putussibau, Dios Dani mengatakan, pihaknya sangat mewaspadai setiap aktivitas mencurigakan yang dilakukan WNA, saat berkunjung ke Kapuas Hulu.

"Jika mereka datang berwisata ke TNBK dan TNDS kami awasi saja, tapi jika mereka mendatangi wilayah kita yang memiliki potensi tambang, maka kami akan memeriksa ijin yang mereka gunakan," katanya.

Wakil Bupati Kapuas Hulu, Antonius L. Ain Pamero meminta agar perangkat desa, lebih proaktif terhadap orang luar yang masuk ke wilayah mereka. "Sebab tingkat RT saja dalam tempo 24 jam tamu harus lapor," tegasnya.

Harus Berizin


Ketua Komisi V DPRD Provinsi Kalimantan Barat, Markus Amid menuturkan, adanya WNA yang melakukan survei potensi pertambangan di Kalbar, tan Barat tentunya dilengkapi dengan perizinan terlebih dahulu. 

Sebelum melakukan survei, diperkirakan WNA tersebut sudah mencari informasi, baik melalui kementerian maupun melalui website, tentang potensi yang ada di Kalbar, khususnya di Kapuas Hulu. 

“Jika tidak memiliki izin, tidak mungkin mereka berani melakukan survei di sana,” ujarnya. 

Jika hanya mensurvei potensi apa yang ada di Kapuas Hulu, baginya tidak ada masalah. Sebab, setiap potensi yang ada di negara ini, tentunya diketahui oleh kementerian terkait. 

Markus mengatakan, jika ada investor dari negara luar yang ingin berinvestasi di Kalbar, khususnya di daerah pedalaman, seperti Kapuas Hulu, tentunya patut disyukuri. Sebab, pemerintah Indonesia pun, cukup kesulitan mengembangkan potensi yang ada, khususnya potensi sumber daya alam.

“Berkaitan dengan investasi itu sendiri tentunya sudah diatur dalam undang-undang, baik teknis maupun lainnya,” kata Markus.

Ia menegaskan, jika Kapuas Hulu memiliki sumber daya alam yang berpotensi, khususnya pertambangan, kemudian digarap dan diolah, tentu memiliki dampak positif bagi daerah setempat. “Masyarakat di sana akan mengalami peningkatan kesejahteraan,” tuturnya.

Pemerintah butuh anggaran untuk membangun. Karenanya, butuh investor untuk pembangunan. Dia mencontohkan, seperti perusahaan bouksit di Ketapang, bisa memberdayakan ribuan tenaga kerja dari warga setempat.

“Jika memang ada hasil tambang yang bisa digarap di Kapuas Hulu, tentunya juga membantu pemerintah untuk menyejahterakan rakyat,” paparnya. (jek/sap/umr/lis)

Polres Tangkap Penjual Merkuri

Polres Bengkayang, Kalbar berhasil mengamankan seoarang penjual merkuri untuk kegiatan pertambangan emas tanpa ijin (PETI) di wilayah itu.

"Terlapor berinisial AT warga Desa Sebente Kecamatan Teriak," kata ujar Kepala Bagian Operasi Polres Bengkayang Kompol Piano saat dihubungi di Bengkayang, Senin (11/12).

Ia mengatakan, pelaku diduga telah melakukan tindak pidana tentang kegiatan melakukan usaha perdagangan, tidak memiliki perizinan di bidang perdagangan yang diberikan oleh Menteri.

Polisi mengamankan barang bukti berupa satu botol air merkuri dengan berat sekitar satu kilogram.

"Saat ini tersangka dan barang buktinya diamanakan di Polres Bengkayang untuk proses lebih lanjut," kata dia.

Ia menjelaskan merkuri adalah cairan logam perak atau biasa juga disebut air raksa (hydrargyrum ). Logam tersebut adalah logam yang ada secara alami, satu-satunya logam pada suhu kamar (25C) berwujud cair.

"Di dalam tabel periodik merkuri (Hg) dengan nomor atom 80 dan nomor massa 200.59. Merkuri merupakan unsur transisi dalam susunan tabel periodik unsur di mana merkuri ada pada golongan II B dan periode 6," jelas dia.

Piano menyebutkan menyoal PETI di Bengkayang ada beberapa daerah yang menjadi perburuan oleh oknum yang tidak bertanggungjawab. Daerah tersebut di Desa Tirta Kencana, Desa Goa Boma, Desa Seren Selimbau dan Desa Belimbing serta di beberapa wilayah lainnya. (ant/lis)