Kades Nanga Laun Mengeluh, Status Konservasi Persulit Pembuatan Sertifikat Tanah

Kapuas Hulu

Editor Andrie P Putra Dibaca : 208

Kades Nanga Laun Mengeluh, Status Konservasi Persulit Pembuatan Sertifikat Tanah
Sosialisai PPTKH, di Aula Bank Kalbar Putussibau, Rabu (28/2). (ist)
PUTUSSIBAU, SP - Kepala Desa Nanga Luan, Kecamatan Silat Hulu, Kabupaten Kapuas Hulu, Mastatiun mengatakan akibat wilayahnya masuk dalam kawasan hutan konservasi pihaknya kesulitan untuk membuat sertifikat tanah.

Status hutan konservasi juga menyulitkan Pemda Kapuas Hulu utamanya dalam membuat program irigasi. Tidak hanya itu, pembangunan di desa juga mengalami kesulitan karena sulitnya mendapatkan bahan material seperti kayu yang kebanyakan berada di wilayah hutan konservasi.

"Kita berharap permasalahan ini segera mendapatkan solusi dari pemerintah,"katanya

Sementara itu, Wakil Bupati Kapuas Hulu Antonius L Ain Pamero saat menghadiri kegiatan sosialisasi Penyelesaian Penguasaan Tanah dalam Kawasan Hutan (PPTKH), di Aula Bank Kalbar Putussibau, Rabu (28/2) menyatakan, permasalahan keberadaan desa dalam kawasan hutan konservasi, sering dikeluhkan oleh masyarakat Bumi Uncak Kapuas.

Berdasarkan ketentuan perundangan yang berlaku, pemerintah tidak dapat menerbitkan sertifikat kepemilikan tanah dalam kawasan hutan lindung.

Anton mengatakan, melalui Program PPTKH dapat menjadi solusi dalam menyelesaikan permasalahan penguasaan tanah dalam kawasan hutan di Kabupaten Kapuas Hulu. Jika berdasarkan data pemerintah pusat bahwa, di Kapuas Hulu terdapat sebanyak 69 desa atau 122 dusun pada 19 kecamatan, masuk dalam tanah obyek reforma agraria. (sap)