PT RAP Dituding Tak Adil, Warga Audiensi ke DPRD Kapuas Hulu, Ini Tuntutannya

Kapuas Hulu

Editor Andrie P Putra Dibaca : 583

PT RAP Dituding Tak Adil, Warga Audiensi ke DPRD Kapuas Hulu, Ini Tuntutannya
Audiensi warga di DPRD Kapuas Hulu. (SP/Syapari)
PUTUSSIBAU, SP - Sejumlah tokoh dan petani sawit mengadakan audiensi ke DPRD Kapuas Hulu, terkait penyelesaian masalah sengketa lahan masyarakat dengan perkebunan kelapa sawit PT RAP (Salim Group) di Desa Sungai Sena, Kecamatan Silat Hilir, Senin (12/3).

Temenggung Suku Kantuk Sebaruk, Kecamatan Silat Hilir, Matius Rajang mengatakan, permasalahan ini sudah lama bergulir, namun sampai saat ini belum ada jalan penyelesaiannya.

"Dulunya masyarakat tergiur dengan janji perusahaan dengan pola pembagian 4 : 6, namun kenyataannya sampai saat ini masyarakat belum mendapatkan hasil," katanya.

Dia menjelaskan, masyarakat sudah menyerahkan lahan ke pihak perusahaan semenjak tahun 2006 lalu, saat ini sawit -sawit yang ditanam di lahan tersebut sudah seringkali dipanen oleh pihak perusahaan.

"Intinya masyarakat kami meminta keadilan, terkait penyelesaian permasalahan ini," tegasnya.

Koordinator audiensi dari pihak petani Edi Sabirin mengatakan, untuk jumlah lahan yang diserahkan oleh masyarakat Dusun Pelangi 1, Dusun Pelangi 2 dan Dusun Pelangi 3 seluas 774 hektare. Lahan tersebut diserahkan oleh sekitar 70 Kepala Keluarga (KK).

"Karena merasa belum ada keadilan dari perusahaan masyarakat pernah memanen sawit perusahaan dan ditangkap oleh polisi untuk dimintai keterangan, padahal kami sudah menyurati perusahaan dan memberikan tembusan ke pihak-pihak terkait bahwa akan memanen sawit itu," paparnya.

Petani Mangasi Samosir, menjelaskan upaya penyelesaian terhadap permasalahan ini sudah 35 lima kali dilakukan mulai dari tingkat kecamatan sampai ke DPRD Kapuas Hulu, namun belum mendapatkan titik temu.

"Kami minta permasalahan ini segera dicarikan solusinya," harapnya. (sap)