Tarian Kecamatan Perbatasan Hibur Masyarakat Putussibau

Kapuas Hulu

Editor Andrie P Putra Dibaca : 210

Tarian Kecamatan Perbatasan Hibur Masyarakat Putussibau
Kapolres Kapuas Hulu menari bersama peserta festival budaya. (ist)
PUTUSSIBAU, SP - Tiga kecamatan perbatasan RI- Malaysia wilayah Kapuas Hulu menampilkan tarian adat di kegiatan malam kebudayaan yang diselenggarakan oleh Polres Kapuas Hulu, di Tribun Promoter Polres setempat, Sabtu (14/4) malam.

Paur Humas Polres Kapuas Hulu Ipda Jaspian menjelaskan, ketiga kecamatan yakni Badau, Puring Kencana dan Empanang.

Kecamatan Puring Kencana menampilkan tari "Penyambut Bala Pengambang" yang dalam bahasa indonesia berarti tarian menyambut tamu atau menyambut bala pengabang pada musim perayaan gawai dalam masyarakat Iban.

"Dalam tarian ini menggambarkan para gadis dan para bujang dara dan orang tua yang sedang menyambut tamu dengan senang dan gembira," jelasnya, Minggu (15/4).

Kecamatan Badau menampilkan Tarian Nubai yang menceritakan kegiatan masyarakat mencari ikan dengan menuba sungai dengan adat permohonan izin terhadap Sang pencipta.

Selanjutnya, untuk Kecamatan Empanang menampilkan Tari Beumi / Berladang. Menceritakan tentang kehidupan masyarakat Dayak khususnya  Kantuk yang berada di wilayah Kecamatan Empanang dalam berladang atau bercocok tanam sampai panen.

Kapolres Kapuas Hulu, AKBP Imam Riyadi, berterima kasih kepada para Kapolsek, Muspika dan tokoh adat yang ada di wilayah perbatasan atas kedatangan serta penampilan tarian yang ditampilkan.

Imam mengajak semua pihak untuk memupuk budaya dengan melestarikan budaya asli Kabupaten Kapuas Hulu agar tidak hilang ditelan zaman.

Kapolres berharap, festival budaya ini semua pihak dapat saling bertemu, bersilaturahmi dan bertukar pikiran utamanya yang bersifat membangun. (sap)