Nasir: Warga Jangan Gantungkan Hidup dari PETI

Kapuas Hulu

Editor Andrie P Putra Dibaca : 843

Nasir: Warga Jangan Gantungkan Hidup dari PETI
Keluhan warga terhadap razia PETI.
PUTUSSIBAU, SP - Aparat Penegak Hukum Kapuas Hulu beberapa pekan terakhir gencar melakukan razia terhadap Penambang Emas Tanpa Izin (PETI).

Kendati demikian, upaya penegakan hukum terhadap kegiatan ilegal ini tak sepenuhnya diterima. Pasalnya segelintir masyarakat justru mengeluhkan hal ini, terutama mereka yang menggantungkan hidup dari aktivitas PETI.

Akibat penertiban, mereka berdalih tidak bisa mencari nafkah untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. 

"Sekarang masyarakat sudah tidak bisa lagi menambang emas, sementara di sisi lain Pemda belum mampu menyediakan lapangan pekerjaan untuk masyarakat," kata salah seorang warga, Ali. 

Razia gencar dilakukan di wilayah perhuluan sungai Kapuas. Di sana, masyarakat menurutnya hidup dari menambang emas.

Warga lainnya, Hari menyebutkan efek PETI di wilayah perhuluan berdampak terhadap kualitas air sungai Kapuas, air menjadi keruh, sehingga tidak bisa lagi dikonsumsi.

"Saat ini warga pesisir sungai Kapuas mereka menggunakan air hujan untuk dikonsumsi, sebab air sungai sudah tercemar limbah air raksa," katanya.

Selain itu, efek dari PETI tersebut, para pembudidaya ikan juga ikut resah, sebab mereka kesulitan untuk mengganti air kolam ikan mereka dikarenakan air sungai yang sudah bercampur dengan tanah.

"Wilayah pesisir seperti Bunut Hilir, Jongkong, Selimbau, Piasak, Suhaid, Semitau itu banyak para pembudidaya arwana mereka sangat berketergantungan dengan air," katanya.

Kapolres Kapuas Hulu AKBP Imam Riyadi mengatakan, aktvitas PETI sangat berbahaya bagi ekosistem sungai dan kesehatan manusia. Sebab air yang ada terkontaminasi oleh air raksa yang merupakan zat kimia berbahaya.

"Butuh waktu yang lama untuk mengembalikan kondisi ekosistem sungai seperti sedia kala, jika hal ini tidak disikapi secara bijak maka akan habis ekosistem di bawah sungai," katanya, kemarin.

Dijelaskannya, dalam upaya penindakan PETI yang dilakukan pihaknya, lebih mengedepankan langkah pencegahan yakni dengan terlebih dahulu melakukan sosialisasi kepada masyarakat tentang dampak dari aktivitas PETI.

Bupati Kapuas Hulu Abang Muhammad Nasir meminta masyarakat jangan hanya menggantungkan hidup dari hasil PETI saja, sebab pekerjaan itu tidak bisa menjadi pegangan dalam jangka waktu yang panjang.

"Kerja emas itu tidak bisa jadi pegangan, kalau bisa beralih ke pekerjaan lain," katanya.

Jika masyarakat ingin melakukan pertambangan emas secara resmi mereka bisa mengurus perizinan untuk kawasan pertambangan rakyat, namun sampai saat ini belum ada masyarakat yang mengurus izin tersebut. (sap)