Kapuas Hulu Tingkatkan Sinergitas Kemitraan, Polres Gelar Tatap Muka dengan Forkopimda dan Tokoh Masyarakat

Kapuas Hulu

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 48

Kapuas Hulu Tingkatkan Sinergitas Kemitraan, Polres Gelar Tatap Muka dengan Forkopimda dan Tokoh Masyarakat
TATAP MUKA - Kegiatan tatap muka Kapolres Kapuas Hulu dengan Forkopimda, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat dan para pemuda serta pelajar, di Aula Polres setempat, Selasa (15/5). Ini diselenggarakan untuk meningkatkan sinergitas Kemitraan demi menj
Kapolres Kapuas Hulu, AKBP Imam Riyadi
"Semua tahu, tidak ada agama yang menghendaki permusuhan, saling membunuh dan menyerang"

PUTUSSIBAU, SP - Dalam rangka meningkatkan sinergitas Kemitraan untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas), Polres Kapuas Hulu menggelar tatap muka dengan Forkopimda, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat dan para pemuda serta pelajar, di Aula Polres setempat, Selasa (15/5).

Asisten I Setda Kapuas Hulu, Frans Leonardus yang turut hadir pada kegiatan tersebut mengatakan, kegiatan seperti ini sangat penting diadakan, mengingat belakangan banyak kejadian yang mengejutkan. Jangan sampai kondisi tersebut dimanfaatkan oknum tertentu untuk menciptakan perpecahan.

Dikatakan Frans, seperti kerusuhan Mako Brimob yang menelan korban. Kemudian kejadian terorisme yang melibatkan satu keluarga, membawa anak-anaknya dalam aksi biadab bom bunuh diri.

"Kita harus tegas terhadap aksi terorisme, kita tidak takut. Mari kita nyatakan tolak terorisme, ini jadi semangat bagi aparat," ajaknya.

Ditekankannya, masyarakat dan aparat harus bersatu-padu menjaga NKRI, khususnya di Kapuas Hulu. Masyarakat harus menghindari konten keras seperti aksi terorisme, sebab ini akan mempengaruhi emosi dan mindset individu. 

"Terutama informasi dari berita hoaks. Ini bisa mengarahkan kita pada aksi tindakan terorisme, karena emosi pada konten yang tidak benar," jelasnya.

Sementara itu, Kapolres Kapuas Hulu, AKBP Imam Riyadi mengatakan, kejadian dan perkembangan situasi global cukup banyak konflik. Ada dominasi negara Eropa di Timur Tengah, terhadap kantong ISIS di Suriah. 

"Ada lagi perebutan sumber daya Laut Cina Selatan kemudian konflik Korea Selatan dan Korea Utara yang jadi pertahian internasional," ujarnya.

Kemudian kejadian di Mako Brimob Polri. Dari ini muncul tindakan bom bunuh diri berentet di Surabaya. Kejadian tersebut jangan dikaitkan dengan agama, ini sangat rentan. 

"Semua tahu, tidak ada agama yang menghendaki permusuhan, saling membunuh dan menyerang," terangnya.

Kapolres mengatakan, semua harus terima situasi ini dengan saling bahu-membahu dan bekerjasama mengantisipasi segala kejadian di daerah masing-masing. Ketika ada permasalahan harus dicegah secepat mungkin.

"Sehingga Kamtibmas kondusif, jangan biarkan, Saat ini sel teroris ada di berbagai daerah. Ada 500an lebih warga Indonesia ke Suria, 103 di antaranya sudah meninggal di di sana," jelasnya.

Kemudian sisanya sudah kembali dan tersebar di seluruh Indonesia. Untuk itu jangan apatis , ia juga memastikan Kapuas Hulu aman saja. Namun tetap mengajak semua pihak harus sama-sama waspada, sebab bom bunuh diri tidak ada obatnya.

"Tataran masyarakat di tingkat paling bawah, harus aktif memperhatikan lingkungan. Seperti adanya pekerja di perusahaan, pekerja tersebut bisa lintas pulau dan lintas daerah. Pekerja yang masuk harus diawasi bersama dari masyarakat," pungkasnya.

Jangan Terpecah Bela

Perwakilan FKUB Kapuas Hulu, Pastur Konradus Hancu turut berduka cita kepada korban teroris, baik di Mako Brimob, Gereja Surabaya, dan di Polrestabes Jatim. 

"Kami dari FKUB berterima kasih kepada aparat keamanan, dan kami selalu mendoakan supaya petugas selalu diberi kesehatan," katanya.

Ia berharap masyarakat selalu siap, dan terus mewaspadai situasi yang terjadi saat ini. Jangan mau dipecah belah karena terorisme tidak berkaitan dengan agama tertentu.

Senada dikatakan Tumenggung Putussibau Utara, Fransiskus Umpi, bahwa kejadian yang di Mako Brimob dan kejadian tempat lain jangan sampai membuat kita dipecah belah.

"Junjung tinggi nilai Pancasila, dengan menjaga teloransi antar umat beragama dan mengutuk aksi terorisme dan radikalisme," katanya.

Dikatakannya, membunuh adalah perbuatan yang tidak terpuji, tidak ada satu pun agama yang menganjurkan untuk membunuh. (sap/pul)