Kemenag Diminta Berikan Pemahaman Agama

Kapuas Hulu

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 91

Kemenag Diminta Berikan Pemahaman Agama
Ilustrasi. (Net)
PUTUSSIBAU, SP - Sejumlah pihak meminta Kemenag Kapuas Hulu agar memberikan penyuluhan kepada masyarakat, pelajar, mahasiswa, Ormas dan Organisasi Kepemudaan (OKP) terkait pemahaman agama yang benar, agar ke depan tidak lahir generasi teroris di Bumi Uncak Kapuas.

Mustadi Warga Putussibau mengatakan, semua lapisan masyarakat harus diberikan pemahaman yang benar terkait masalah keagamaan, agar mereka tidak mudah menerima segala bentuk pemahaman-pemahaman yang salah.

"Anak muda itu sangat labil, mereka mudah menerima hal-hal baru. Untuk itu, pondasi keagamaan mereka harus diperkuat dengan cara memberikan pemahaman agama yang benar," katanya, Kamis (21/6).
 
Kemenag harus menjelaskan dan mengupas tuntas terkait dalil-dalil yang digunakan para teroris tersebut secara benar, dengan melihat asbabul wurud dan asbabul nuzul, sehingga ayat dan hadist tidak dipahami secara mentah-mentah.

"Mereka juga harus menjelaskan tentang ajaran Islam secara kaffah, sebagaimana diketahui bersama Islam itu adalah agama rahmatalilalamin," terangnya.

Senada, Warga lainnya, Heni mengatakan, dari TNI dan Polri juga harus menyampaikan tentang motif dan tujuan dari para teroris tersebut, serta latar belakang lahirnya pemahaman radikal.

"Pola fikir generasi muda kita harus dibuka seluas-luasnya, perkayakan mereka dengan ilmu-ilmu yang bermanfaat, agar mereka bisa memilih mana yang benar dan yang salah," katanya.

Kemudian dari kegiatan itu, nantinya mereka dapat merumuskan hasilnya solusi apa yang harus diambil untuk mengatasi permasalahan tersebut, agar tidak tumbuh generasi-generasi teroris.

"Acaranya bisa dikemas dalam kegiatan pesantren kilat, dialog, diskusi dan lain sebagainya," katanya.

Ia juga meminta kepada pemerintah agar menambah jam pelajaran agama, mengingat saat ini pelajaran agama dirasakan sudah dikesampingkan dibandingkan dengan mata pelajaran lainnya.

"Jika tidak diperbaiki sistem pendidikan kita, berpotensi akan melahirkan generasi yang cerdas namun tidak berakhlak dan bermoral," pungkasnya. (sap/pul)