Meski Penghasil Arwana Berkualitas, Namun Kontes Tak Pernah Digelar di Kabupaten Ini

Kapuas Hulu

Editor Indra W Dibaca : 352

Meski Penghasil Arwana Berkualitas, Namun Kontes Tak Pernah Digelar di Kabupaten Ini
Pembudidaya Arwana sedang menyortir Ikan Arwana Red di kolam. (SP/Sap)
PUTUSSIBAU, SP- Kabupaten Kapuas Hulu merupakan wilayah penghasil ikan hias jenis Arwana Red terbesar se-Kalbar. Namun sayangnya kontes ikan Arwana tidak pernah dilaksanakan di Kabupaten Kapuas Hulu. 

Sejumlah pembudidaya dan pencinta Arwana di Bumi Uncak Kapuas pun  meminta Pemerintah Daerah (Pemda) memfasilitasi kontes tersebut.

Pembudidaya Arwana Kecamatan Selimbau, Yadi mengatakan, Kapuas Hulu selama ini terkenal sebagai penghasil Arwana Red terbanyak. Selain itu, ikan-ikan yang diproduksi juga berkualitas, sehingga tidak jarang orang-orang luar berebut untuk membeli dan mengoleksi ikan hias tersebut.

"Harusnya Dinas Pariwisata memanfaatkan potensi ini untuk memajukan sektor pariwisata di Bumi Uncak Kapuas," katanya, Jumat (22/6).
Dijelaskannya, selama ini kontes selalu dilaksanakan di luar wilayah Kapuas Hulu seperti di Pontianak dan Jakarta. untuk itu, ke depan kegiatan tersebut diharapkan bisa dilaksanakan di Kapuas Hulu.

"Jika kontes diadakan di Putussibau maka akan banyak orang Kapuas Hulu dan orang luar yang mengikuti kontes," ujarnya.

Dikatakannya, selama ini para pencinta ikan hias Arwana mengalami kesulitan untuk mengikuti kontes jika kontes tersebut dilaksanakan di Pontianak  karena biayanya yang terlalu besar dan ikan juga berisiko mati karena perjalanannya yang terlalu jauh.

"Kontes ini sangat penting dilaksanakan sebagai upaya mendongkrak harga jual ikan arwana di Kapuas Hulu," harapnya.

Pencinta Arwana Bunut Hilir, Hermanto mengungkapkan, saat memasuki musim kontes Arwana, biasanya ikan yang dianggap masuk kriteria dibeli dengan harga tinggi oleh para pembeli dari daerah luar.

"Untuk jenis Arwana kategori King ukuran kecil dibeli seharga Rp25 juta per ekor," ungkapnya. (sap)