Disdikbud Kapuas Hulu Khawatir Narkoba Ancam Pelajar

Kapuas Hulu

Editor Indra W Dibaca : 233

Disdikbud Kapuas Hulu Khawatir Narkoba Ancam Pelajar
Ilustrasi. (Net)
PUTUSSIBAU, SP - Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kapuas Hulu, Petrus Kusnadi mengkhawatirkan ancaman narkoba, khususnya bagi para pelajar. Untuk mengantisipasi hal tersebut, pihaknya gencar melakukan sosialisasi tentang bahaya narkoba di sekolah-sekolah.

"Narkoba itu ancaman serius bagi generasi muda kita, saat ini sudah banyak warga Indonesia yang menjadi korbanya. Apalagi kabupaten ini berbatasan langsung dengan negara tetangga Malaysia," katanya.

Diungkapkannya, sosialisasi narkoba dikalangan pelajar bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada pelajar terkait bahaya dari penggunaan narkoba. Untuk itu diharapkan pelajar yang sudah mengikuti sosialisasi bahaya narkoba itu, dapat kembali menkampanyekan terkait bahaya narkoba ke teman-temannya yang lain.

"Peran orang tua juga sangat penting, sebab anak itu waktunya di sekolah terbatas, mereka lebih banyak waktunya di rumah, lingkungan yang tidak baik juga berpotensi membuat anak terjerumus ke lembah hitam narkoba," jelasnya.

Sementara itu, Anggota DPRD Kapuas Hulu Fabianus Kasim mengatakan, narkoba harus diberantas tuntas oleh aparat penegak hukum sebab berpotensi mengancam generasi muda bangsa.

"Narkoba telah merusak akhlak bangsa, saya meyakini ini bagian dari strategi untuk menghancurkan negara kita, oleh karena itu wajib bagi kita memerangi narkoba," tegasnya.

Diterangkannya, saat ini narkoba telah masuk ke semua lapisan masyarakat mulai dari artis, pejabat, aparat penegak hukum, anak muda dan lainnya. Hal ini tentunya akan menjadi ancaman serius bagi bangsa dan negara ke depannya.

"Jangan kasih ampun terhadap pelaku penyalahgunaan narkoba utamanya para bandar, penegakkan hukum harus diperkuat dan difasiilitasi baik oleh Pemda maupun pusat," katanya.

Selain itu, kasim meminta agar pihak terkait gencar mensosialisasikan bahaya narkoba ke lembaga-lembaga yang ada seperti sekolah mulai dari tingkat SD, SMP, SMA sampai perguruan tinggi sebagai upaya pencegahan.

"Saat ini cara para pengedar menjebak korbannya sudah bermacam-macam dan itu patut diwaspadai dan para pelajar wajib mengetahui cara-cara yang mereka gunakan agar lebih waspada," terangnya. (sap)